31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Targetkan PBB-P2 Rp 5,7 M

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang mengimbau warga Kota Magelang membayar Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebelum Mei 2018. Ia berharap, masa akhir penyetoran itu ditaati wajib pajak (WP) agar terhindar dari sanksi denda 2 persen yang berjalan tiap bulannya selama menunggak.

Kepala BPKAD Kota Magelang Larsita menargetkan, tahun ini capaian PBB-P2 sebesar Rp 5,7 miliar dengan potensi pajak Rp 6,514 miliar. Sementara tahun lalu, target yang ditetapkan sebesar Rp 5,6 miliar dan terealisasi Rp 6,436 miliar. Artinya mencapai 114 persen dari target.

“Jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) juga naik sebanyak 297 objek pajak, dari sebelumnya 36.001 pada tahun 2017 menjadi 36.298 pada 2018,” imbuhnya.

Kabid Pendapatan BPKAD Kota Magelang, Wikan Kanugroho menambahkan, objek pajak mulai merambah tanah dan bangunan milik institusi militer maupun kepolisian. Sesuai UU no 29 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, objek yang tidak kena pajak hanya kantor, tempat pendidikan, makam, tempat ibadah, rumah sakit, gedung pemerintah yang tidak mendapat keuntungan, dan sebagainya.

“Di luar itu harus kena pajak, seperti asrama militer, Polri atau gedung-gedung yang disewakan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Larsita akan membuka pekan panutan PBB-P2 untuk mendorong WP membayar tepat waktu. Ia akan memberikan stiker dan kupon berhadiah. Ia berharap, langkahnya ini akan mendongkrak capaian pajak. Di sisi lain, dirinya tidak memungkiri bahwa perekonomian warga di Kota Sejuta Bunga juga mengalami peningkatan. “Penguatan ekonomi sangat berpengaruh, karena sebelumnya tidak kena pajak, sekarang ada beban pajaknya. Seperti tanah kosong yang sekaramg jadi perumahan atau pertokoan,” ujarnya. (put/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here