33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Sumur Tua Meledak Mirip Bom

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebuah sumur tua di Jalan Borobudur IX RT 7 RW III, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Senin (26/2) sekitar pukul 11.50 kemarin, tiba-tiba meledak. Sumur berdiameter 1 meter dengan kedalaman 35 meter itu memang sudah lama tidak difungsikan. Warga memanfaatkan sumur tersebut sebagai tempat membuang sampah daun kering dan ditutup dengan cor beton.

Diduga sampah organik di dalam sumur menghasilkan gas hingga menimbulkan ledakan. Praktis, kejadian itu mengagetkan warga di perkampungan padat penduduk tersebut. Apalagi suara ledakan sangat keras. Bahkan, akibat ledakan itu, kaca rumah Imam Kismono yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi pecah berantakan. Selain itu,  kaca mobil Daihatsu milik Ombo juga hancur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Setelah sumur meledak, asap hitam pekat keluar dari dalam sumur. Kejadian itu pun menyita perhatian warga. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Semarang Barat dan Dinas Kebakaran Kota Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas datang. Di lokasi tercium  belerang yang menyengat.

“Untuk mencegah terjadinya ledakan susulan, petugas Dinas Kebakaran menaburkan serbuk ke dalam sumur. Saya nggak tahu serbuk apa namanya?” kata saksi mata Imam Kismono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Imam mengaku, saat terjadi ledakan, dirinya sedang menyapu pekarangan rumah, kemudian duduk sebentar melepas lelah. Tak lama kemudian, terdengar ledakan keras hingga membuatnya kaget. “Begitu terdengar suara ledakan, saya lari masuk rumah. Saya takut terjadi apa-apa,” akunya.

Setelah mereda, Imam baru berani keluar rumah. Saat itu, para tetangganya sudah berdatangan ke lokasi sumur. Kejadian itu juga dilaporkan ke Polsek Semarang Barat dan dari Dinas Kebakaran Kota Semarang. Ledakan yang menggetarkan itu membuat dinding sumur ambrol dan sempat tampak asap hitam cukup lama. Kemudian 1 unit mobil pemadam kebakaran datang menghilangkan asap. “Sekarang di lokasi sumur sudah dipasang garis polisi,” katanya.

Dikatakan, dulunya sumur itu digunakan warga sekitar untuk kebutuhan air bersih. Namun setelah ada jaringan PDAM, warga tidak memakainya lagi dan menutup sumur dengan beton.

“Sumur itu ditutup dengan cor beton sudah lama. Bahkan, sejak saya tinggal di kampung ini tahun 1991, sumur sudah ditutup. Orang yang membuat sumur itu juga sudah meninggal semua,” ujarnya.

Warga lainnya, Anis Swastawati, 26, mengaku, mendengar suara ledakan disertai asap hitam di atas sumur tersebut. Namun ia tak merasakan ada getaran. Hingga kemarin, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan akibat gas yang keluar dari sampah organik yang membusuk. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...