33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

MC Terkenal Rina Joe Meninggal Telanjang

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Entertainer dan MC terkenal, Rina Setyaningsih alias Rina Joe, 36, ditemukan tewas di kamar rumahnya, Senin (26/2) sekitar pukul 06.30. Saat ditemukan, perempuan bertubuh subur itu dalam kondisi telanjang bulat dan sudah menimbulkan bau tak sedap. Diperkirakan, korban sudah meninggal dua hari lalu.

Jenazah mantan penyiar radio ini ditemukan kali pertama oleh Wujud Prihantono, 62, sopir pribadinya. Rina Joe ditemukan dalam posisi tengkurap di samping tempat tidur  kamar rumahnya yang berlokasi di Taman Sari Hils Blok D7/22 RT 3 RW 10, Mangunharjo, Tembalang.

Awal penemuan bermula saat pagi itu Wujud datang ke rumah korban. Saat itu, pintu rumah majikannya dalam kondisi tertutup. Wujud sempat mengetuk pintu berkali-kali, namun tidak ada jawaban. “Saya ketuk rumahnya, tidak ada respons. Saya justru mencium bau tidak sedap. Karena pintu tidak terkunci, akhirnya saya masuk rumah. Saya kaget ternyata Mbak Rina sudah meninggal dalam posisi tengkurap di samping tempat tidur,” ujar Wujud kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, Senin (26/2) kemarin.

Melihat itu, Wujud langsung keluar rumah dan menyampaikan kapada warga sekitar. Rupanya bau tak sedap juga tercium oleh Ketua RT 3 RW 10 Prima Wijaya, tetangga Rina Joe. Bau tak sedap ini sudah tercium sejak Minggu (25/2) lalu. “Baunya memang sudah dari kemarin, (Minggu). Cuma saya tidak berpikiran sampai sejauh itu. Saya berkali-kali melewati depan rumahnya, ternyata bau itu sumbernya dari sini,” kata Prima Wijaya.

Ia mengakui, para tetangga sudah sempat mendengar kondisi kesehatan korban belakangan ini kurang baik.  “Mbak Rina sudah sakit lama. Kalau sakitnya apa saya kurang tahu. Tadi pas ditemukan meninggal dunia tanpa mengenakan pakaian apapun,” terangnya.

Petugas Inafis Polrestabes Semarang yang datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan beberapa obat berbentuk pil di tempat tidur korban.

Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi, menjelaskan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat diantarkan kakaknya ke Klinik 24 Kam di Kalipancur, Ngaliyan bersama sopirnya. Setelah berobat, korban diminta untuk tinggal sementara di rumah orangtuanya di daerah Jalan Sri Rejeki Semarang Barat.  “Tapi yang bersangkutan tidak mau, dan memilih tinggal di rumahnya. Setelah itu, ditelpon, dihubungi tidak bisa. Ternyata ditemukan sudah meninggal,” katanya.

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya luka atau unsur kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal karena sakit jantung.  “Dua hari sebelum meninggal korban sempat berobat. Ada indikasi sakit jantung,” bebernya.

Mengenai adanya ceceran darah di tubuh korban, Budi mengatakan hal tersebut merupakan proses pembusukan.  “Menurut pemeriksaan medis, meninggalnya diperkirakan sudah 2 x24 jam atau sekitar Sabtu dini hari,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dengan Prasangka dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA

RADARSEMARANG.COM - PELAJARAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA ) pelajaran yang dikenal sejak Sekolah Dasar ( SD) sehingga tidak terasa asing di kalangan para siswa,...

Kedu Juara Umum Porda Soina Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kedu keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) Special Olympic Indonesia (Soina) Jateng yang digelar di Semarang, 19-21 Maret. Dari...

Masyarakat Diminta Awasi Pilgub Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Masyarakat Jawa Tengah harus melakukan pengawasan agar tak terjadi kecurangan dalam Pilgub Jateng 27 Juni mendatang. Sebab, potensi kecurangan terlihat dengan...

Ribuan Buruh Unjuk Rasa Tolak UMK 2018

UNGARAN–Ribuan pekerja Kabupaten Semarang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pekerja Ungaran (Gempur) menggelar aksi unjuk rasa menolak Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018, di halaman...

Guru Jangan Sibuk Main Handphone

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengingatkan agar guru-guru di Kota Magelang tidak sibuk bermain telepon genggam atau handphone (HP) saat mengajar....

17.650 Pepes Ikan Pecahkan MURI

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Masyarakat Kabupaten Batang akhirnya berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), dengan menyajikan sebanyak 17.650 pepes ikan. Diperlukan waktu 4 hari...