Magang Guru Produktif, Upaya Tingkatkan Profesionalisme

spot_img

RADARSEMARANG.COM – DUNIA kerja saat ini dan yang akan datang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kemampuan teoritis semata. Melainkan, juga punya kompetensi keahlian khusus dan siap kerja. Untuk diketahui, dengan diberlakukan ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN Free Labor Area (AFLA) sejak 2003 serta Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 2016 lalu, semakin membuka persaingan global, baik dari sisi ekonomi maupun tenaga kerja.

Pembangunan bangsa Indonesia ke depan, sangat tergantung pada kualitas SDM yang sehat secara fisik. Juga secara mental, serta memiliki keterampilan dan kompetensi yang mampu bersaing di era global.

Upaya yang telah dilakukan pemerintah, senantiasa menggunakan berbagai macam cara. Salah satunya, di jalur pendidikan. Baik pendidikan formal (sekolah), nonformal (kursus), maupun informal (pendidikan masyarakat).

Pendidikan menengah kejuruan berperan menyiapkan peserta didik agar siap bekerja. Baik membuka lapangan pekerjaan sendiri maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. SMK sebagai institusi pendidikan, dituntut menghasilkan tamatan sebagaimana yang diharapkan oleh dunia kerja.

Baca juga:   Manfaat Senyum kepada Siswa Zaman Now

Maka, dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, SMK Negeri 3 Magelang ditunjuk oleh pemerintah untuk direvitalisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia, sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016.

SMK Negeri 3 Magelang sebagai SMK pariwisata masuk dalam program revitaliasi SMK Indonesia yang memiliki 4 program studi yang relevan. Yakni, 1) Tata Boga, 2) Tata Busana, 3) Tata Kecantikan, dan 4) Akomodasi Perhotelan. Strategi utama revitalisasi SMK antara lain, membangun relevansi lulusan dengan pasar tenaga kerja. Selain itu, perlu ada penjaminan mutu. Yakni, standardisasi proses pembelajaran dan sertifikasi keahlian berbasis industri.

Spesifikasi pembelajaran sendiri berharap lulusan bisa terserap lapangan kerja yang relevan. Untuk itu, penting melakukan job matching. Mata pelajaran atau penjurusan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha atau dunia industri. Untuk itulah, guru pengampu produktif diminta untuk belajar lagi. Tujuannya, agar mereka memiliki tambahan keahlian sebagai bekal mengajar.

Dalam upaya tersebut, SMK Negeri 3 Magelang memberikan tugas kepada beberapa guru produktif untuk melaksanakan magang guru. Program ini untuk meningkatkan relevansi kompetensi keahlian guru produktif, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di dunia usaha dan dunia industri.

Baca juga:   Belajar Jaringan Komputer Menyenangkan dengan Permainan

Guru akan mendapatkan pengalaman lebih, karena terlibat langsung di dunia industri. Juga mampu melihat secara langsung perkembangan terkini. Program magang guru produktif yang dilaksanakan selama satu bulan, menggandeng industri yang relevan. Juga sesuai dengan program keahlian.

Beberapa waktu yang lalu, penulis melaksanakan magang guru produktif di Lina Gunawan Salon and Bridal House. Di salon itu, guru dapat secara langsung menangani klien atau pelanggan dengan menyesuaikan hal-hal terbaru di dunia industri kecantikan. Guru memiliki kesempatan untuk lebih belajar dan berlatih lagi, agar apa yang disampaikan dan ditransfer ke siswa, bisa sesuai dengan perkembangan industri.

Program magang guru juga bermanfaat untuk mengatasi kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah, dengan yang dibutuhkan di industri. Goalnya, tentu dalam rangka meningkatkan profesionalisme para guru. Semoga. (*/isk)

Penulis Guru Produktif Kecantikan

SMK Negeri 3 Magelang

Author

Populer

Lainnya