33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Korban Dukun Cabul 4 Anak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dukun cabul berhasil diamankan Unit PPA Sat Reskrim Polres Pekalongan, Jumat (23/2). Penangkapan sempat membuat geger warga Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Pelaku bernama Abdul Talib,57, warga Desa Semut. Dia diduga mencabuli seorang gadis berumur 15 tahun. Orang tua korban yang tidak terima pun langsung melaporkan hal tersebut ke polisi.

Peristiwa bermula ketika pelaku berkunjung ke rumah korban di Desa Siwalan. Pelaku memang mengenal keluarga korban. Kemudian korban membuatkan kopi untuk Abdul Talib. Saat itu korban sedang di rumah sendiri.

Abdul Talib kemudian mendatangi korban yang berada di dapur dan meminta korban memegang alat vital tersangka. Meski korban sempat berontak dan tidak bersedia, namun tersangka tetap memaksa untuk melakukan perbuatan tak terpuji tersebut, hingga akhirnya orang tua korban datang dan korban bercerita pada orangtuanya, dan akhirnya melaporkan perbuatan tersangka tersebut ke Polres Pekalongan.

Orang tua korban mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal korban sejak bulan Oktober tahun 2017 lalu, dan berdasarkan laporan dari putrinya (korban), tersangka telah melakukan perbuatan tak senonoh tersebut, sejak bulan Oktober 2017 sampai dengan Januari 2018.

Menurutnya berdasarkan dari pengakuan warga, yang telah melakukan pengobatan terhadap Abdul Talib, lebih dari 5 warga atau anak perempuan yang berusia di bawah umur telah diperlakukan perbuatan cabul oleh Abdul Talib, hingga warga akhirnya resah dan melapor ke Polres Pekalongan, setelah adanya penangkapan yang dilakukan oleh Unit PPA Polres Pekalongan.

“Kami terpaksa melaporkan perbuatan cabul tersangka ke Polres Pekalongan, karena Abdul Talib ini seringkali melakukan perbuatan cabul terhadap anak saya dan korban lainnya,” ungkap orang tua korban.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, menjelaskan bahwa Unit PPA langsung bertindak dengan membuatkan laporan polisi, pemeriksaan pelapor, saksi korban dan saksi-saksi lainnya.

Kemudian dilakukan gelar perkara, berdasarkan hasil dari pemeriksaan para saksi. Dari hasil gelar perkara kuat diduga, tersangka melanggar Undang-Undang perlindungan perempuan dan anak.

“Pelaku berhasil ditangkap saat berada di rumahnya oleh unit PPA Polres Pekalongan. Di rumah tersangka penyidik menyita beberapa barang bukti, yang dipergunakan tersangka melakukan aksi bejatnya. Selanjutnya tersangka di bawah ke Polres Pekalongan guna pengusutan lebih lanjut,” jelas AKP M Dahyar.

M Dahyar juga menegaskan bahwa perbuatan tersangka, sudah berlangsung cukup lama, dan dari hasil pemeriksaan korban dan tersangka sendiri, ternyata korban bertambah menjadi 3 orang sehingga total korban 4 anak perempuan. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

8 Orang Lolos Seleksi Tertulis

WONOSOBO - Proses penjaringan calon direktur utama dan direktur operasional Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Pesona FM, Selasa (21/11) dimulai dengan ujian tertulis....

30 Anggota Satpol PP Lolos Seleksi

DEMAK-Sebanyak 30 anggota Satpol PP Pemkab Demak yang telah lolos seleksi rekruitmen menjalani prosesi pembaretan atau pengukuhan. Pembaretan dilakukan pada malam hari di dekat...

Sumbang 60 Persen Mekanik AHASS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pendidikan vokasi di bidang industri otomotif terus digenjot oleh Astra Honda Motor sejak 8 tahun silam melalui kurikulum teknik sepeda motor (TSM)...

Pustakawan Dibekali Teknik Menulis Artikel

WONOSOBO—Menjelang lomba penulisan artikel bagi pustakawan se-Kabupaten Wonosobo, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) kemarin menggelar workshop penulisan artikel populer di ruang audiovideo Arpusda....

Tingkatkan Kemampuan Vocabulary Siswa dengan Clustering

RADARSEMARANG.COM - DI Era globalisasi ini, komunikasi dalam Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Komunikasi secara lisan maupun tulis ditentukan dengan kemampuan seseorang dalam penguasaan kosa...

Semula Tuntutan Tugas, Kini Jadi Pendakwah

ATAS kehendak Tuhan YME, cita-cita Mayor Infanteri Syarif Hidayat SAg, MPdi menjadi seorang tentara dan pendakwah, benar-benar diwujudkan. Bahkan, bakatnya menjadi pendakwah sudah muncul...