33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Ciptakan Nuansa Seram, Ajak Diskusi Tanpa Dialog

Sufan Andy Lukman, Kembangkan Musik Eksperimental Horror Box

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Sufan Andy Lukman mengembangkan musik eksperimental dengan konsep horror box. Seperti apa?

 JOKO SUSANTO

MUSIK menjadi media berekspresi yang paling mudah mendapat perhatian, termasuk mempengaruhi seseorang. Dengan mendengarkan musik, seseorang dapat termotivasi, merasakan kesenangan, semangat, dan tentu saja terhibur.

Di dalam komponen musik eksperimental atau avant-garde menggabungkan musik yang terkadang tidak jelas dan musisi menyajikan komposisi yang tidak terduga, baik untuk bagian-bagiannya maupun keseluruhannya.  Musik dengan aliran yang tidak biasa ini memang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Namun karena keunikannya, musik eksperimental memiliki peminat tersendiri. Seperti yang dirasakan ilustrator album musik yang tergabung dalam kolektif seni Karamba Art Movement, Sufan Andy Lukman. Ia setia memilih memainkan musik eksperimental di Kota Lunpia.

Alumni Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini mengaku mulai menyukai musik eksperimental sejak 2012. Saat itu, ia memantapkan untuk mengembangkan jenis musik tersebut bersama kelompoknya, Racau Kemarau hingga sekarang.

Bagi pria yang akrab disapa Andy Sueb ini, musik eksperimental memiliki ramuan bunyi-bunyian tak terbatas yang membangkitkan nuansa citra, rasa, dan karsa. “Jiwa musik eksperimental mengusung setiap unsur realitas bunyi-bunyian dari alam semesta dan mengeksplorasi fenomena bunyi menjadi suatu suara yang unik,” katanya.

Seiring berkembangnya waktu, musik eksperimental dikemas lebih terkonsep, sehingga makin memiliki pesan yang disampaikan. Namun demikian, diakuinya, memang bergerak di ranah musik eksperimental, tidak banyak yang bisa menikmati.

“Dalam musik eksperimental, saya bisa tertarik karena ada suara-suara yang bisa menghasilkan makna tersendiri,”ujar Andy Sueb.

Dalam setahun terakhir, yang sedang dipelajarinya dalam musik eksperimental adalah konsep musik horror box. Bagi Andy, horror box memberikan kesan suara tersendiri yang bisa dimainkan sesuai dengan imajinasi pemainnya. Karena itu, ia sendiri memang tertantang menyajikan suara-suara yang memberikan kesan seram.

Beberapa kali saat dirinya pentas, ada atmosfer berbeda dengan pertunjukan musik pada umumnya, karena ada nuansa seramnya.

Andy mengatakan, komposisi musik tanpa teks justru lebih kuat dapat dirasakan, karena musik adalah bahasa yang lebih dalam maknanya, karena tangkapan telinga langsung direspons ke otak tanpa susunan kata.  “Di situ menariknya musik eksperimental. Kita bisa mengajak diskusi penonton secara langsung, tanpa berdialog. Lewat suara, komposisi yang saya tawarkan mereka terima, dan respons mereka saya tangkap kembali,”katanya.

Ia mengakui, ajang musik eksperimental di Semarang masih minim, sekalipun sudah ada sejak 2010. Berbeda dengan musik kontemporer, yang saat ini cukup banyak peminatnya. “Contohnya realitas bunyi di rumah sakit. Bunyi alat pendeteksi detak jantung dan bioritme dapat menjadi inspirasi suatu karya musik eksperimental, semua tergantung penikmatnya,”ungkapnya.

Andy sudah beberapa kali tampil dengan konsep musik eksperimental di sejumlah komunitas dan kampus seni di Semarang. Yang terakhir, ia tampil bersama kelompok musik eksperimental Kajen Semarang. “Musik eksperimental memang spontan, bebas ekspresi dan bebas interpretasi. Semoga ke depan musik eksperimental dapat terus berkembang, karena musik ini bisa memberikan sajian yang berbeda dan unik,” pungkasnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jalan Thamrin Kembali Dua Arah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Setelah 10 bulan diberlakukan kebijakan satu arah, Jalan Thamrin Semarang akhirnya dikembalikan menjadi dua arah. Khususnya mulai perempatan (traffic light) Taman...

Laser Batu Ginjal Lamongan

Oleh: Dahlan Iskan ”Pak Dahlan, Lamongan juga punya lho,” ujar dokter Asro Abdah. Ia ahli urologi. Lulusan Unair. Juniornya dokter Boyke Subhali, yang di Samarinda itu....

Kanker Tulang, Ossy Sering Muntah Darah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ossy Mardhianti Utami, 14, siswi SMP 1 Kendal yang menderita kanker tulang hingga kini masih tergolek lemah tak berdaya. Penyakit itu kian hari...

Harus Cermat Pilih Pemain untuk Popnas

SEMARANG - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng bekerjasama dengan Pengprov Perbasi Jateng, akan menggelar seleksi  tim basket Pekan Olahraga Pelajar Nasional...

Bijak Menghadapi Era Disrupsi

RADARSEMARANG.COM - KETIKA ada kebijakan non cash atau harus pakai kartu elektronik untuk lewat gerbang tol maka terjadi demo atau keresahan masyarakat. Demikian pula...

Lelaki Pertamaku, Kumpulan Cerita Perempuan Tentang Ayah

SEKUMPULAN penulis yang tergabung dalam komunitas Hidup Ini Indah Beib (HIIB) kembali menerbitkan buku. Labelnya kali ini, Lelaki Pertamaku. Buku itu berkisah tentang ayah-ayah...