33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Ciptakan Nuansa Seram, Ajak Diskusi Tanpa Dialog

Sufan Andy Lukman, Kembangkan Musik Eksperimental Horror Box

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Sufan Andy Lukman mengembangkan musik eksperimental dengan konsep horror box. Seperti apa?

 JOKO SUSANTO

MUSIK menjadi media berekspresi yang paling mudah mendapat perhatian, termasuk mempengaruhi seseorang. Dengan mendengarkan musik, seseorang dapat termotivasi, merasakan kesenangan, semangat, dan tentu saja terhibur.

Di dalam komponen musik eksperimental atau avant-garde menggabungkan musik yang terkadang tidak jelas dan musisi menyajikan komposisi yang tidak terduga, baik untuk bagian-bagiannya maupun keseluruhannya.  Musik dengan aliran yang tidak biasa ini memang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Namun karena keunikannya, musik eksperimental memiliki peminat tersendiri. Seperti yang dirasakan ilustrator album musik yang tergabung dalam kolektif seni Karamba Art Movement, Sufan Andy Lukman. Ia setia memilih memainkan musik eksperimental di Kota Lunpia.

Alumni Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini mengaku mulai menyukai musik eksperimental sejak 2012. Saat itu, ia memantapkan untuk mengembangkan jenis musik tersebut bersama kelompoknya, Racau Kemarau hingga sekarang.

Bagi pria yang akrab disapa Andy Sueb ini, musik eksperimental memiliki ramuan bunyi-bunyian tak terbatas yang membangkitkan nuansa citra, rasa, dan karsa. “Jiwa musik eksperimental mengusung setiap unsur realitas bunyi-bunyian dari alam semesta dan mengeksplorasi fenomena bunyi menjadi suatu suara yang unik,” katanya.

Seiring berkembangnya waktu, musik eksperimental dikemas lebih terkonsep, sehingga makin memiliki pesan yang disampaikan. Namun demikian, diakuinya, memang bergerak di ranah musik eksperimental, tidak banyak yang bisa menikmati.

“Dalam musik eksperimental, saya bisa tertarik karena ada suara-suara yang bisa menghasilkan makna tersendiri,”ujar Andy Sueb.

Dalam setahun terakhir, yang sedang dipelajarinya dalam musik eksperimental adalah konsep musik horror box. Bagi Andy, horror box memberikan kesan suara tersendiri yang bisa dimainkan sesuai dengan imajinasi pemainnya. Karena itu, ia sendiri memang tertantang menyajikan suara-suara yang memberikan kesan seram.

Beberapa kali saat dirinya pentas, ada atmosfer berbeda dengan pertunjukan musik pada umumnya, karena ada nuansa seramnya.

Andy mengatakan, komposisi musik tanpa teks justru lebih kuat dapat dirasakan, karena musik adalah bahasa yang lebih dalam maknanya, karena tangkapan telinga langsung direspons ke otak tanpa susunan kata.  “Di situ menariknya musik eksperimental. Kita bisa mengajak diskusi penonton secara langsung, tanpa berdialog. Lewat suara, komposisi yang saya tawarkan mereka terima, dan respons mereka saya tangkap kembali,”katanya.

Ia mengakui, ajang musik eksperimental di Semarang masih minim, sekalipun sudah ada sejak 2010. Berbeda dengan musik kontemporer, yang saat ini cukup banyak peminatnya. “Contohnya realitas bunyi di rumah sakit. Bunyi alat pendeteksi detak jantung dan bioritme dapat menjadi inspirasi suatu karya musik eksperimental, semua tergantung penikmatnya,”ungkapnya.

Andy sudah beberapa kali tampil dengan konsep musik eksperimental di sejumlah komunitas dan kampus seni di Semarang. Yang terakhir, ia tampil bersama kelompok musik eksperimental Kajen Semarang. “Musik eksperimental memang spontan, bebas ekspresi dan bebas interpretasi. Semoga ke depan musik eksperimental dapat terus berkembang, karena musik ini bisa memberikan sajian yang berbeda dan unik,” pungkasnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Cabut Listrik dan Pagari Pasar Yaik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemutusan listrik dan pemagaran di Pasar Yaik Baru mulai dilakukan Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan, Kamis (12/4) kemarin. Pemutusan tersebut dibantu oleh petugas...

Karyono Wibowo : Hati-Hati Serangan Isu E-KTP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pertarungan dua pasang calon (paslon) pada Pilgub Jateng 2018 dinilai tidak imbang. Sebab, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin (Gus Yasin) punya banyak...

Jembatan Tak Layak Tetap Jadi Akses Warga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jembatan penghubung antara Jalan Berok dan Pasar Johar, kondisinya telah rusak parah dan tidak layak dilewati. Namun masih banyak warga yang...

Warga Sriwulan Ancam Tidur di Jalan

DEMAK-Komisi VIII DPR RI, Kamis (7/12) kemarin melakukan sidak ke lokasi rob di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung. Mereka meninjau kampung tersebut yang tenggelam akibat...

“Revitalisasi SMK” Untukmu SMK Tercinta

RADARSEMARANG.COM - “KAMU harus sekolah SMK, supaya bisa langsung kerja”. Itulah sepenggal harapan yang sering  terucap dari mulut orang tua terhadap anaknya yang akan...

Tempatkan Polpar di Objek Wisata

KEBUMEN – Polres Kebumen kini memiliki Polisi Pariwisata (Polpar) yang ditugaskan di objek-objek wisata. Polpar di bawah Unit Pam Obvit Satuan Sabhara Polres Kebumen...