33 C
Semarang
Selasa, 20 Oktober 2020

Banyak Aset yang Belum Tercatat Harus Segera Diperbaiki

Laporan Hasil Pembahasan Pansus II DPRD Kabupaten Magelang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Laporan Pansus II DPRD Kabupaten Magelang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Magelang, kemarin. Pansus menyetujui Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Kabupaten Magelang

Ketua Pansus II Bagyo Widi Nugroho mengatakan, proses pembahasan pansus telah dilakukan sejak Desember 2017. Terakhir rapat pansus dilakukan setelah ada hasil fasilitasi dari Gubernur Jawa Tengah. “Pembahasan melibatkan seluruh anggota pansus DPRD dan eksekutif terdiri dari Badan Pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Umum dan Bagian Hukum,” katanya.

Bagyo mengatakan, aset atau barang milik pemrintah daerah sebagai salah satu unsur penting dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Sehingga harus dikelola dengan baik dan benar, dan mampu mewujudkan pengelolaan barang yang memenuhi asas-asas pengelolaan barang yaitu fungsional, kepastian hukum, transparansi, efisien, akuntabilitas dan kepastian nilai.

Dalam pembahasan, kata dia, Pansus II menyebut raperda tidak jauh berbeda dengan Permendagri No 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Namun setidaknya ada lima hal pokok yang berubah dalam pengelolaan Barang Milik Daerah.

Menurutnya, 5 hal pokok tersebut antara lain siklus pengelolaan barang milik daerah, hirarki pengelolaan barang, perluasan lingkup dari pengadaan sampai dengan penghapusan, pengalihan status dilakukan atas persetujuan Bupati. Kemudian, mekanisme penambahan kerjasama penyediaan infrastruktur yang diperjelas mulai tahapan perencanaan sampai pada tahap pengawasan.

Dalam Raperda juga memuat aturan baru mengenai kerjasama penyediaan infrastruktur (KSPJ). Kerjasama pemanfaatan diartikan sebagai pendayagunaan barang milik daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan pendapatan daerah atau sumber pembiayaan.

“Ruang lingkup pengelolaan barang milik daerah yang diatur dalam Peraturan Daerah ini meliputi: Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran, Pengadaan, Penggunaan. Pemanfaatan, Pengamanan dan Pemeliharaan, Penilaian, Pemindah tanganan, Pemusnahan, Penghapusan, Penatausahaan, dan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian. Pengelolaan barang milik daerah yang semakin berkembang dan komplek sehingga perlu dikelola secara optimal,” papar dia.

Setelah membahas Raperda ini, Pansus II menyatakan bahwa Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah disetujui dan menyarankan untuk dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Magelang. “Namun dalam mengatur mekanisme pemanfaatan aset diharapkan dapat menjadi peluang bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang untuk mengoptimalisasi aset yang dimiliki sehingga mampu meningkatkan PAD,” papar dia.

Selain itu, lanjut Bagyo, aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang yang belum jelas kepemilikannya jumlahnya cukup banyak. Seperti bangunan sekolah, puskesmas atau fasilitas umum yang berdiri di atas tanah milih desa. Dengan disahkannya Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah dan ditetapkan menjadi Perda diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Dengan disetujui dan ditetapkannya Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah menjadi Peraturan Daerah diharapkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Daerah tersebut bisa direalisasikan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang agar segera mensosialisasikan dan segera untuk menindaklanjuti atas aturan pelaksanaan Peraturan Daerah tersebut dengan membuat Peraturan Bupati,” papar dia. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...