28 C
Semarang
Sabtu, 12 Juni 2021

Sumur Tua Meledak Mirip Bom

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebuah sumur tua di Jalan Borobudur IX RT 7 RW III, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Senin (26/2) sekitar pukul 11.50 kemarin, tiba-tiba meledak. Sumur berdiameter 1 meter dengan kedalaman 35 meter itu memang sudah lama tidak difungsikan. Warga memanfaatkan sumur tersebut sebagai tempat membuang sampah daun kering dan ditutup dengan cor beton.

Diduga sampah organik di dalam sumur menghasilkan gas hingga menimbulkan ledakan. Praktis, kejadian itu mengagetkan warga di perkampungan padat penduduk tersebut. Apalagi suara ledakan sangat keras. Bahkan, akibat ledakan itu, kaca rumah Imam Kismono yang berjarak sekitar 15 meter dari lokasi pecah berantakan. Selain itu,  kaca mobil Daihatsu milik Ombo juga hancur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Setelah sumur meledak, asap hitam pekat keluar dari dalam sumur. Kejadian itu pun menyita perhatian warga. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Semarang Barat dan Dinas Kebakaran Kota Semarang. Tak berselang lama, sejumlah petugas datang. Di lokasi tercium  belerang yang menyengat.

“Untuk mencegah terjadinya ledakan susulan, petugas Dinas Kebakaran menaburkan serbuk ke dalam sumur. Saya nggak tahu serbuk apa namanya?” kata saksi mata Imam Kismono kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Imam mengaku, saat terjadi ledakan, dirinya sedang menyapu pekarangan rumah, kemudian duduk sebentar melepas lelah. Tak lama kemudian, terdengar ledakan keras hingga membuatnya kaget. “Begitu terdengar suara ledakan, saya lari masuk rumah. Saya takut terjadi apa-apa,” akunya.

Setelah mereda, Imam baru berani keluar rumah. Saat itu, para tetangganya sudah berdatangan ke lokasi sumur. Kejadian itu juga dilaporkan ke Polsek Semarang Barat dan dari Dinas Kebakaran Kota Semarang. Ledakan yang menggetarkan itu membuat dinding sumur ambrol dan sempat tampak asap hitam cukup lama. Kemudian 1 unit mobil pemadam kebakaran datang menghilangkan asap. “Sekarang di lokasi sumur sudah dipasang garis polisi,” katanya.

Dikatakan, dulunya sumur itu digunakan warga sekitar untuk kebutuhan air bersih. Namun setelah ada jaringan PDAM, warga tidak memakainya lagi dan menutup sumur dengan beton.

“Sumur itu ditutup dengan cor beton sudah lama. Bahkan, sejak saya tinggal di kampung ini tahun 1991, sumur sudah ditutup. Orang yang membuat sumur itu juga sudah meninggal semua,” ujarnya.

Warga lainnya, Anis Swastawati, 26, mengaku, mendengar suara ledakan disertai asap hitam di atas sumur tersebut. Namun ia tak merasakan ada getaran. Hingga kemarin, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan akibat gas yang keluar dari sampah organik yang membusuk. (hid/aro)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here