33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Usulan Soal Tol Tak Direspons, Bupati Marah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bupati Batang Wihaji menegaskan dirinya masih geram dengan pengembang jalan tol yang ada di wilayahnya. Untuk itu, mewakili warga Batang dan Pemerintah Batang pihaknya memanggil stake holder tol yang terdiri dari perwakilan Kementerian PU, BPJT, BUJT dan PTPN (PT Perkebunan  Nusantara). Pasalnya, usulan terkait exit tol, rest area dan rusaknya jalan selama ini belum diakomodasi oleh stake holder tol tersebut.

“Kami sangat kesal dengan mereka karena tidak direspons sama sekali, terkait usulan kita pada waktu dulu untuk memikirkan dan memperhatikan keberadaan UMKM yang terkena dampak pembangunan jalan tol,” ujar Wihaji saat konferensi pers di ruang Abirawa, Senin (26/2).

Menurutnya, dampak pembangunan jalan tol terasa sekali oleh UMKM sehingga kalau jalan tol difungsikan akan ada penurunan omzet, baik usaha rumah makan maupun usaha ekonomi kreatif lainnya.

“Kami sudah mengusulkan exit tol dan rest area yang konekting dengan objek wisata. Dan dari hasil rapat tadi saya menuntut kepada mereka agar usulan tersebut dipenuhi,” ucap Wihaji dengan muka kesal.

Disampaikan juga bahwa jawaban dari BUJT maupun dari BPJT apapun perintahnya akan diikuti. Namun dirinya meminta perbaikan jalan-jalan rusak yang  terdampak oleh pembangunan jalan tol, karena dengan rusaknya jalan tersebut pemerintah daerah yang kena tuntutan dan komplain dari masyarakat.

“Minimal ada perbaikan jalan dengan ditambal-tambal dulu kalau belum mampu permanen. Sehingga kami tidak kena marah dari masyarakat. Pihak tol untuk perbaikan jalan  menyanggupi seperti jalan di Kecamatan Warungasem,” tegasnya lagi.

Bupati juga menegaskan keseriusan pemerintah terkait dengan tuntutan kepada Kementerian PU PR. Bahkan pihaknya memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk dapat mengabulkan usulan kami.

“Kami mohon kepada Presiden Joko Widodo untuk mengabulkan usulan kami, karena masyarakat yang memiliki usaha banyak terkena dampak pembangunan jalan tol,” serunya lagi.

Menurutnya pemerintah daerah tidak asal menuntut saja, namun juga akan melakukan pengkajian  yang dilakukan oleh Undip. Hal ini bentuk keseriusannya untuk membantu masyarakat batang guna membangun perekonomian Kabupaten Batang.

“Usulan kita menambah exit tol dua yang pertama di Desa Paskaran, dan yang kedua di Desa Plelen yang rest area di km 398 yaitu di daerah Pantai Celong, karena langsung lihat view pantai. Dan kita sudah berkoordinasi dengan PTPN yang siap memberikan tanah yang dibutuhkan,” kata Wihaji.

Konsep pembangunan ini merupakan konsep baru yang dinamakan TOD (transit oriented development), menggabungkan sesuatu kekuatan yang terintegrasi dengan yang lain, seperti UMKM, wisata.

“Konsep TOD yang kita usulkan ke Kementerian PU PR, agar masyarakat Batang menerima manfaat dengan adanya jalan tol, tidak hanya menjadi penonton saja,” tutup Wihaji. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Punya Penjahit Khusus, Pemasaran lewat Instagram

Di sela kuliah, tiga mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menekuni bisnis hijab. Mereka memanfaatkan media sosial dalam pemasaran. Bahkan kini pengikut di akun...

Tiga Kali Ikut SEA Games

SEJAK kelas 3 SD, Dewi Setyaningsih sudah menggeluti olahraga loncat indah. Berkat olahraga ini, Dewi –sapaan akrabnya—meraih banyak prestasi. Mulai kejurnas, Pekan Olahraga Nasional...

Sha Ine Pukau Penonton

RADARSEMARANG.COM, KUDUS - Sha Ine Febriyanti mementaskan Monolog Cut Nyak Dhien, di Aula Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (28/6) malam. Artis dan pemain teater...

APP Tolak Klien Radikal dan Anti Pancasila

SEMARANG - Ratusan advokat yang tergabung dalam Advokat Jawa Tengah Bersatu (AJB) pastikan tidak akan membela individu yang menyimpang karena tergabung dalam organisasi radikalisme...

Dewan Sorot Tol Tanggul Laut

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-DPRD Jateng menyorot rencana pembangunan tanggul laut sebagai rangkaian jalan tol Semarang-Demak. Pasalnya, sesuai Detail Engineering Design (DED), panjang tanggul laut hanya sekitar...
00:05:29

Brigata Curva Sud Dinobatkan Sebagai Ultras Terbaik Asia

JawaPos.com - Sebuah daftar kelompok ultras terbaik di Asia belum lama ini dirilis media luar negeri, Copa90. Di peringkat pertama, terdapat Brigata Curva Sud...