33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Banjarsari Terbakar, 3.000 Kios Ludes

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Kompleks gedung Banjarsari sejak Sabtu (24/2) hingga Minggu (25/2) terbakar hebat. Akibatnya, sebanyak 3.000 kios dan los di 3 lantai yang merupakan mal Pekalongan dan Pasar Banjarsari, ludes dilalap si jago merah.

Kebakaran terjadi Sabtu (24/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Awalnya hanya tiga unit mobil pemadam yang dikerahkan, namun karena api cukup cepat menjalar terutama di areal pedagang konveksi, kemudian ditambah 18 unit pemadam yang didatangkan dari Slawi, Kendal, hingga Semarang, serta satu unit mobil water canon milik Polres Pekalongan.

Ratusan pedagang baik di lantai dasar Mal Borobudur maupun Pasar Banjarsari terus berupaya mengamankan barang-barang dagangan dengan memindahkan ke tempat yang lebih aman. Apalagi dari dalam gedung mal tersebut sempat terdengar beberapa kali ledakan, menambah suasana mencekam.

“Api awalnya dari lantai 2 di areal pasar, kemudian merembet ke gedung mal Borobudur, ke seluruh area Pasar Banjarsari dan hingga saat ini sudah 90 persen bangunan ludes terbakar,” jelasnya, Minggu (25/2).

Bahkan hingga siang hari, didatangkan lagi 2 unit Damkar dari dari daerah tetangga. Hingga sore hari kepulan asap masih terlihat dari dalam gedung Banjarsari. Walaupun petugas terus berjuang melawan api, hujan juga tidak membantu memadampan api. Karena titik api berada di dalam gedung yang cukup rapat.

Perwakilan Paguyuban Pasar Banjarasari Mahmud Maskur mengatakan, pihaknya belum bisa mnegetahui dengan pasti jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran. Namun sesuai data lama ada 3.361 pedagang.

“Kalau total pedagang sekarang belum tahu, namun dari data kami ada 3.361, namun hanya setegahnya yang masih aktif. Jumlah kiosnya sekitar 3.000 an,” jelasnya.

Pihaknya berharap pemerintah segera membuatkan pasar sementara. Mereka beraharap lokasinya jangan terlalu jauh dari pasar Banjarsari. “Kami berharap segera ada relokasi di pasar semantara, agar bisa jualan menjelang Lebaran,” ucap pedagang sembako ini.

Sementara itu, salah satu pedangan tekstil, Desy, mengaku pihaknya sudah berusaha menyelamatkan barang dagangan sejam semalam, namun tidak diperbolehkan petugas. “Semalam mau masuk tidak boleh, akhirnya pagi ini kita selamatkan sebisa mungkin,” kata pedagang pakaian dan kain di lantai satu.

Nampak, agar cepat dirinya dibantu beberapa karyawan, serta petugas dari Satpol dan Polisi yang berada dilokasi turut mengamankan barang dagangan.

Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengatakan,  segera melakukan rapat untuk membahas lokasi relokasi para pedagang yang menjadi korban kebakaran. Lokasi relokasi ada tiga alternatif di lahan milik pemerintah. “Mereka tetap berjualan di beberapa tempat yang tidak terpusat,” ujarnya.

Hingga menjelang Minggu petang, (25/2), upaya pemadaman kebakaran yang melanda Komplek Banjarsari masih terus dilakukan, ratusan petugas Damkar, Polres Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, dan BPBD Kota Pekalongan dibantu warga terus berupaya memadamkan kebakaran gedung tiga lantai tersebut. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jagung 32 Kontainer Diserang Jamur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 32 kontainer jagung impor dari Amerika Serikat (AS) bermasalah. Balai Karantina Kelas 1 Semarang menemukan jagung impor sekitar 1.280 ton...

Jual Wisata Sumbing Lewat  Rejeban

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Ratusan pengunjung, baik warga Temanggung maupun warga luar kota berbondong-bondong ke lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit Desa Pagergunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung,  Jumat...

Begal Motor Dibekuk

MAGELANG—Pelaku begal di wilayah Kajoran, Kabupaten Magelang, berhasil diringkus petugas Polsek setempat. Tersangka berinisial ARS, 20, warga Kajoran. ARS diciduk karena membegal Riki Yoga,...

UMKM Diminta Daftarkan Hak Paten

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Hak kekayaan intelektual (HaKI) menjadi kendala yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam persaingan global. HaKI menjadi sangat...

Kesehatan Awak Angkutan Diperiksa

MAGELANG - Tim gabungan Kepolisian Resor Magelang Kota dan Dinas Perhubungan Kota Magelang memeriksa kesehatan sopir dan awak angkutan di Terminal Tidar dan kantor...

Hendi : Pembangunan Baru Terasa di Era Presiden Jokowi

WALI Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan bahwa pembangunan yang luar biasa baru terasa setelah era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wali kota yang akrab disapa...