33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Protes, PKL Barito Mengadu Dewan

Pasar Klitikan Belum Disekat

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sejumlah pedagang kreatif lapangan (PKL) Barito di wilayah Bugangan Kecamatan Semarang Timur memrotes kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang, terkait Pasar Klitikan Penggaron yang ternyata belum disekat-sekat untuk tempat pedagang.

Mereka mengadu ke Komisi B DPRD Kota Semarang untuk bisa menjembatani permasalahan tersebut. Pasalnya, menurut para pedagang, Dinas Perdagangan Kota Semarang dahulu berjanji bahwa lokasi tempat penampungan di Pasar Klithikan tersebut akan disekat-sekat.

Ketua Paguyuban Bina Warga Bugangan, Sulaeman mengatakan, dengan belum disekatnya Pasar Klitikan tersebut sangat menyulitkan para pedagang untuk bisa memulai aktivitas berdagang. “Hampir semua pedagang mengeluhkan kondisi ini. Maka kami mengadu ke Komisi B DPRD Kota Semarang,” katanya, kemarin.

Dikatakannya, dahulu Dinas Perdagangan Kota Semarang berjanji akan menyiapkan tempat yang siap ditempati. Kalau saat ini masih berupa los tanpa sekat, maka akan sangat menyulitkan. Pedagang juga keberatan jika harus mengeluarkan biaya penyekatan yang masing-masing diperkirakan membutuhkan Rp 10 juta. “Kami di tempat itupun seperti memulai usaha dari nol, merintis dari awal,” katanya.

Kalau belum disekat, lanjutnya, pedagang belum bisa menempatkan barang. Otomatis, keamanan barang tidak ada yang bisa menjamin. “Kami sebetulnya tidak masalah dipindah di sini, selama tempat disediakan dengan layak. Kalau kondisi tempat dalam kondisi seperti saat ini, lantas bagaimana kami bisa mulai berdagang?” katanya.

Anggota Paguyuban Bina Warga sendiri saat ini berjumlah 76 perajin. Rata-rata pedagang merupakan perajin alat dapur seperti dandang, open roti dari seng, pembuatan peralatan cabut bulu ayam, penyulingan air, dan tong sampah. Mereka menyatakan bersedia pindah kapan saja, apabila tempat baru tersebut telah siap ditempati. “Kami tidak menuntut, tapi menagih janji sesuai yang pernah disampaikan oleh Dinas Perdagangan,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet mengatakan, pihaknya memaklumi persoalan yang dihadapi pedagang. Mereka memang tidak bisa memulai aktivitas bekerja apabila kondisinya belum disekat-sekat. “Dinas Perdagangan Kota Semarang wajib menyiapkan tempat terlebih dahulu. Kalau tempat belum siap, ya jangan dipindah terlebih dahulu,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...