33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Cegah Kanker Serviks, Lakukan Deteksi Dini

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Para ahli medis menganjurkan agar masyarakat menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker serviks. Sebab, jika terlanjur memasuki stadium tinggi akan sulit ditangani atau operasi sekalipun.

Dokter Spesialis Obstetri dan Gynekologi RS Telogorejo, dr Eddy Wibowo SpOG mengatakan, kanker serviks adalah penyakit yang menyerang bagian organ vital pada tubuh perempuan yakni mulut Rahim. Penyebabnya Human Papilloma Virus (HPV).

“Kanker serviks adalah tumor ganas pada mulut rahim. Bagian tubuh yang diserang adalah mulut rahimnya. Berbeda dengan penyakit lain, misalnya usus buntu, yang ketika dioperasi pada saat sudah parah. Tetapi kalau kanker, jika sudah parah, malah tidak bisa dioperasi,” terang Eddy, dalam acara Women Talk and Yoga For Hope to Against Cervical Cancer, Sabtu (24/2).

Menurutnya, sebelum seseorang teridentifikasi mengidap kanker, akan melalui fase lesi pra kanker. Fase tersebut merupakan kelainan sel yang menjurus pada kanker. Namun pada fase ini, masing-masing penderita akan berbeda-beda jangka waktu saat mengalaminya.

“Begitu terkena virus ini (HPV), tidak langsung menjadi kanker. Perubahan yang terjadi pelan-pelan dan antara satu penderita dengan yang lain tidak sama jangka waktunya. Panjang pendeknya disebabkan oleh banyak faktor, seperti merokok, seks bebas dan keturunan,” ujarnya.

Salah satu peserta yang hadir kemudian melemparkan pertanyaan, bagaimana cara mengetahui seseorang mengetahui lesi pra kanker kalau tidak ada gejalanya? Dijelaskan, sejumlah tindakan bisa dilakukan untuk mendeteksi, mulai dari pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan di Puskesmas hingga pemeriksaan secara detail di rumah sakit.

“Karena tidak ada gejala, maka harus melakukan pemeriksaan teratur pada mulut rahim. Ada yang namanya IVA, pemeriksaan ini sederhana, bisa dilakukan di Puskesmas. Lebih detail lagi pemeriksaan yang namanya papsmear atau pengambilan lendir vagina di sekitar mulut rahim. Kemudian yang lebih canggih lagi HPV DNA,” jelasnya.

Paling penting untuk pencegahan infeksi virus HPV adalah dengan melakukan screening, hal ini berlaku untuk seluruh wanita yang sudah berhubungan seksual. Terlebih, penyakit terbesar ketiga yang dialami wanita itu cenderung menyerang saat usia produktif. “Tindakan preventifnya bisa dengan vaksinasi HPV. Virus HPV ada ratusan, yang menyebabkan terjadinya kanker serviks itu umumnya dua varian yakni varian 16 dan 18,” imbuhnya. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hendi Respon Keluhkan Revitalisasi Kota Lama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (24/4) kemarin, mengundang kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama dan komunitas penggiat Kota Lama Semarang untuk berdiskusi terkait...

Terjunkan Personel Amankan Pengajian Asyura

SEMARANG – Pengajian Asyura yang diselenggarakan oleh jamaah Ahlulbait Jawa Tengah di UTC Hotel Sampangan, Minggu (1/10) besok, bakal mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. “Kami...

Gaji Perawat Hanya Rp 700 Ribu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Masih belum sejahteranya para perawat, menjadi perhatian serius Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng. Sebab, sampai saat ini perawat berstatus honorer yang berjumlah...

Pesona Curug Gondoriyo Ngaliyan

SEMARANG - Temuan curug atau air terjun unik di RT 4 RW 4 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Publik...

Hendi Apresiasi Kawula Muda Junjung Toleransi

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kerukunan dan persatuan antaragama yang ditunjukkan kawula muda Kota Semarang dalam selebrasi pergelaran sosial dan budaya...

Gudang Terbakar, Hitung Suara Dipindah

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Proses penghitungan suara pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2018 di tempat pemungutan suara (TPS) 07 Pasar Kliwon terpaksa dipindahkan ke kantor kelurahan setempat,...