33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Anyam Tali Temali Jadi Hiasan Cantik

Tren Seni Macrame

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNIK : Gantungan pot ala seni macrame ini cukup favorit untuk tanaman-tanaman hias, khususnya yang menjuntai. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
UNIK : Gantungan pot ala seni macrame ini cukup favorit untuk tanaman-tanaman hias, khususnya yang menjuntai. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Tren seni menganyam atau macrame belakangan kembali naik daun. Keunikan hasil kreativitas dari anyaman tali temali banyak dimanfaatkan sebagai dekorasi rumah maupun ragam produk kerajinan tangan lainnya.

Salah seorang perajin macrame, Retno Damayanti mengungkapkan, karya seni jenis tersebut sebelumnya juga pernah cukup popular. Namun kemudian meredup dan kini kembali digandrungi seiring dengan berkembangnya rumah-rumah bergaya Scandinavian.

“Tali temali yang dianyam pada sebatang kayu mampu memberikan kesan vintage yang cukup kental, karena itu karya jenis ini banyak ditemui sebagai wall hanging di rumah-rumah bergaya Scandinavian maupun gaya ala Bohemian,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Selain hiasan dinding, rangkaian simpul tali ini juga banyak dimanfaatkan sebagai media untuk menggantung pot, khususnya pot-pot berisi tanaman hias yang menjuntai. Ya, alih-alih sekedar digantung menggunakan kawat, kreasi anyaman tali akan semakin mempercantik aneka tanaman tersebut.

“Sedangkan untuk produk handmade lainnya, ada yang saya kreasikan menjadi kalung, gantungan kunci dan bisa juga menjadi tas,” ujar pemilik label Macrame Project ini.

Menurutnya, kerajinan macrame ke depan masih cukup potensial untuk dikembangkan. Terlebih untuk produk-produk yang tak sekedar hiasan namun juga memiliki fungsi khusus lainnya. Gantungan pot, diantaranya.

“Sejauh ini pesanan terbanyak gantungan pot, baik dari dalam Semarang maupun luar kota hingga Sumatera dan Kalimantan. Untuk sistem pemasaran, selain offline  dengan membuka stan maupun mengikuti bazar. Sistem online melalui sosial media juga cukup membantu,” ujar alumnus Undip ini.

Kemudian untuk material, perempuan yang akrab disapa Maya ini menggunakan dua jenis tali. Yaitu tali kur dan tali yang berasal dari katun. Tali kur dengan pilihan ragam warna banyak digunakan sebagai bahan untuk gantungan pot. Sedangkan tali katun sebagai hiasan dinding maupun aksesoris lainnya.

“Tali katun biasanya hanya putih saja. Agar tidak monoton, sebagian juga ada yang diberi warna menggunakan pewarna tekstil. Beberapa teknik bisa digunakan untuk menghasilkan beberapa warna dalam satu rangkaian ataupun ombre,” ujar perempuan asli Semarang ini.

Sedangkan untuk proses pembuatan, lanjut Maya, bagi pemula bisa memulai dengan mengaplikasikan empat simpul dasar. Yaitu, lark’s head knot, square knot, spiral knot dan half hitch knot. “Sebetulnya ada cukup banyak jenis simpul, tapi biasanya empat simpul dasar ini yang saya sampaikan saat memberikan pelatihan. Dari empat simpul tersebut, nantinya bisa diolah lagi menjadi berbagai produk tergantung kreativitas masing-masing,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desak Polisi Tangani Kasus Perselingkungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tak kunjung melihat perubahan pada istri sahnya, warga Semarang Selatan, Agus kembali mendesak Polrestabes Semarang, untuk segera mengusut dugaan kasus asusila...

632 Ribu Anak Kantongi KIA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng terus menggenjot progres Kartu Identitas Anak (KIA). Per Januari 2018, dari 9.637.492 anak di Jateng, ada 632.598 anak yang...

PRESS FOR PROGRESS, Selamat Hari Perempuan Internasional 2018!

Lalu, bagaimana perayaan Hari Perempuan Internasional seharusnya dilakukan? Dilansir dari The Sun, Kamis (8/3), hari perempuan ini menyatukan pemerintah global, organisasi wanita, bisnis, dan badan...

137 Calon Paswascam Lolos Seleksi

UNGARAN – Sebanyak 137 calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Semarang dinyatakan lulus seleksi tes tertulis. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua...

USM Liga Bulutangkis 2018 Bergulir 27 Februari

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kejuaraan bulutangkis USM Liga Bulutangkis 2018 mulai bergulir Selasa (27/2) depan, di GOR Prof Sudarto, kompleks kampus Universitas Semarang (USM). Tahun ini...

Dian Sastro Berbagi Tips Atasi Makeup Enemies

SEMARANG- Di tengah padatnya kegiatan sehari-hari, tentu para wanita akan menghadapi yang namanya makeup enemies. Entah itu keringat dan cuaca lembap yang dapat membuat...