33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Ratusan Peneliti Terancam Sanksi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membeberkan, sedikitnya 600 peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta terancam dikenakan sanksi karena laporan hasil penelitian dan keluarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Peneliti yang tidak bisa mempertanggungjawabkan laporan hasil penelitian ini diberi waktu hingga Maret 2018 untuk menyelesaikan laporan dan mengembalikan dana hibah penelitian dari Kemenristekdikti yang telah digunakan.

“Kami kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bidang pencegahan. 600 peneliti tidak beres itu berdasar penelusuran sejak tahun 2015 hingga 2017. Kami tunggu sampai akhir Maret untuk selesaikan ketidakberesan termasuk laporan keuangannya,” ujar Direktur DRPM Kemenristekdikti Prof Ocky Karna Radjasa, ditemui dalam kegiatan bersama Universitas PGRI Semarang, kemarin.

Ditegaskan, para peneliti yang terdeteksi tidak beres tersebut akan dikenakan sanksi, yakni tidak boleh mengajukan dana penelitian minimal satu tahun. Tak hanya itu, mereka juga tidak diperbolehkan mengakses Sistem Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari pembinaan pendewasaan bagi para peneliti supaya lebih bertanggungjawab apa yang sudah dikerjakan oleh mereka (para peneliti),” tegasnya.

Ocky juga mengatakan, tahun ini pihaknya akan menekankan pada pencapaian empat target. Target tersebut diantaranya publikasi internasional bereputasi, meningkatkan jumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI), meningkatkaan prototipe riset yag didorong ke arah hilirisasi dan yang terakhir adalah prototipe riset yang didorong ke industri.

“Ada juga serangkaian dukungan untuk penulisan ilmiah, dengan mengadakan klinik manuskrip dengan meningkatkan kemampuan publikasi internasional. Kemudian untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan Haki kami latih dengan workshop pra Haki, termasuk di Semarang ini,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, ia mengungkapkan, dari pendanaan sebesar Rp 1,3 triliun, ada 18.433 penelitian. Dari penelitian ini ditargetkan publikasi internasional sekitar 15.000, HKI 2.200 dan prototipe yang masuk hilirasi 1.000 dan prototipe komersialisasi 25 penelitian. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Agama Jangan Jadi Kendaraan Politik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kondisi perpolitikan di Indonesia yang semakin memanas, harus didinginkan dengan sikap kebangsaan. Agama jangan sampai menjadi kendaraan politik agar situasi tidak...

Musik Akustik dan Hip-hop Tutup Festival Kuliner

MAGELANG - Alunan akustik dari Light Night Magelang dan suguhan lengkingan hip hop dari Petho Beatz Magelang, menutup rangkaian acara Festival Kuliner Magelang 2017...

Ansor Banser Tingkatkan Kesiagaan

WONOSOBO - Sedikitnya 98 orang selama 4 hari (26-29/1) mengikuti pendidikan kader dasar (PKD) dan pendidikan latihan dasar (diklatsar) Ansor Banser. Mereka berasal dari...

Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN -  Dunia usaha yang tak homogen, dengan kemampuan finansial yang juga tidak memadai sering berimbas tak baik, terutama pada UMKM. Untuk itu,...

Lestarikan Tradisi Sembayang Rebutan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Bagi warga Tionghoa tradisi sembayang rebutan atau sembayang King Hoo Ping, untuk menghormati orang yang sudah meninggal dunia. Tradisi tersebut setiap tahun selalu menarik...

Dibangun Shelter Mirip Toko

MAGELANG – Pengerjaan shelter permanen di Jalan Alibasah Sentot, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah memasuki tahap dua. Shelter senilai Rp 200 juta yang dibangun...