Jadi VO Itu Menyenangkan

Nurul Hidayah

439
Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi

RADARSEMARANG.COM – BAGI Nurul Hidayah, menjadi pengisi suara kartun/animasi adalah sebuah tantangan. Terlebih saat ia harus membawakan sejumlah karakter dalam waktu bersamaan. Merasa kesulitan ketika harus membawakan dua karaker yang berbeda, seperti anak laki-laki dan nenek-nenek.

Meski demikian, nyatanya Nurul bisa melakukannya dengan baik, beberapa serial animasi sudah ia warnai dengan suaranya yang kecil. “Kesulitan lain itu pas harus Voice Over (VO) tapi sedang flu. Suaranya jadi bindeng gitu… Akibatnya, saat itu saya harus revisi berkali-kali,” kenangnya.

Dengan suaranya yang sedikit cempreng, diakuinya, lebih mudah membawakan suara anak perempuan. “Tapi kan harus ngikutin permintaan klien,” imbuh mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Undip ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menjadi pengisi suara atau lebih dikenal dengan VO, sebenarnya bukan dilakukan dengan kesengajaan. Bermula dari iseng-iseng masuk ke grup VO Indonesia, kini putri pasangan Abdul Hadi Fuamah justru memiliki pekerjaan sampingan di sela kegiatan kuliah. ”Bisa buat tambah uang jajan,” jelas perempuan yang hobi mendengarkan musik dan makan ini.

Nurul menceritakan, awalnya ia tergabung dalam organisasi kampus yang bergerak di bidang pembuatan berita audio visual. Biasa membacakan berita. Namun oleh sang dosen, Nurul diminta tolong untuk menjadi pengisi suara Company Profile salah satu perusahaan. Karya ini lah yang kemudian ia gunakan untuk adu untung saat dikirimkan ke grup VO Indonesia.

”Saya kirim, kemudian diterima jadi member. Saat itu, kartun pertama yang saya isi, judulnya Ela dan Elo, yang kedua Hana dan Shofa,” terang perempuan kelahiran 27 Juni 1996 ini.

Nurul mengaku kemampuan tersebutm diperolehnya dengan belajar secara otodidak. Tidak ada latihan maupun kiat-kiat khusus. Hanya saja, ia harus menjaga pola hidup, terutama pola makan, untuk menjaga kualitas suaranya. ”Makan gorengan boleh, tapi jangan banyak-banyak. Yang boleh banyak itu minum air hangat,” ujarnya dengan menggunakan suara nenek-nenek, disusul tawa.

Ke depan, perempuan yang selalu ceria ini bercita-cita memiliki studio VO sendiri. Ia ingin menularkan ilmu VO kepada mereka yang memiliki minat untuk menjadi pengisi suara. “Menjadi pengisi suara sangatlah menyenangkan,” tandasnya. (sga/ida)