Ganjar Ajak Panwas Sosialisasikan Aturan

  • Bagikan
TEMUI MASYARAKAT : Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan sosialisasi dalam acara Ngopi Bareng di Desa Kramat, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. (Ajie emha/jawa pos radar semarang)
TEMUI MASYARAKAT : Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan sosialisasi dalam acara Ngopi Bareng di Desa Kramat, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. (Ajie emha/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak petugas Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) untuk tidak bosan melakukan sosialisasi aturan Pilkada. Sosialiasi diperlukan untuk mengedukasi semua pihak tentang batasan yang boleh dan tidak dalam setiap kegiatan kampanye.

Sosialiasi tersebut berlangsung spontan atas inisiatif Ganjar sendiri. Bermula ketika Ganjar hadir dalam acara Ngopi Bareng di Desa Kramat, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, kemarin. Ketika tiba di rumah Salim, warga setempat yang kediamannya menjadi lokasi acara, Ganjar melihat beberapa petugas Panwas kecamatan sudah ada di tempat.

Kader PDI Perjuangan itu spontan mengajak petugas Panwas ikut masuk. Bahkan duduk di depan bersama dirinya. Dia meminta petugas Panwascam menjelaskan aturan pilkada sebelum acara dimulai.

“Kemarin saya keliling di Jepara didatangi petugas, sepertinya aturannya agak banyak, jadi saya banyak diperingatkan. Maka kali ini saya mengajak sekalian sosialiasi agar saya juga paham dan masyarakat jadi tahu,” paparnya.

Petugas Panwascam Nur Azizah menjelaskan, dirinya hadir bersama dua rekannya yakni Nur Ikhsan dan Misbakhul Ulum. Menurutnya jika model acara seperti Ngopi Bareng bukan masuk kategori kampanye. “Disini saya lihat tidak ada atribut kampanye, spanduk dan APK juga tidak ada jadi bukan kampanye,” katanya.

Karena bukan acara kampanye, maka aturannya seorang calon tidak boleh mengungkapkan ujaran dan ajakan untuk memilih. “Nuwun sewu, ampun ada ajakan nggih,”  katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ganjar langsung setuju. Ia berjanji tidak mengucapkan kalimat berisi ajakan ataupun gestur tertentu. “Nah jadi sudah jelas, acara ini ngobrol saja, saya mendengarkan masukan dan keluhan saja. Saya tidak akan mengajak ya, saya yakin semua di sini sudah tahu mau milih siapa,” kata Ganjar disambut tepuk tangan warga.

Dalam sesi dialog, Karsono dari Kelompok Tani Makaryo Desa Kramat mengatakan, tidak hanya dalam acara Ngopi Bareng, seharusnya di semua acara yang dikunjungi Ganjar tidak perlu ada kalimat ajakan. “Pak Ganjar tidak usah mengajak sudah banyak yang kenal, apa yang sudah dilakukan banyak yang positif dan dirasakan warga,” ucapnya. (amh/ric)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *