31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Tak Segan Memikat Dosen untuk Membeli  

Nadia Amalia Zen, Pendiri Usaha Kreatif Akrilik Laser Technology

RADARSEMARANG.COM – Meski masih berstatus mahasiswi, Nadia Amalia Zen tak mau kehilangan waktu untuk memulai bisnis sejak dini. Ia mendirikan usaha kreatif produk kerajinan berbahan akrilik yang dilengkapi dengan laser technology. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

KEBERANIAN gadis mungil ini melakukan eksplorasi bisnis cukup menarik. Meski sederhana, kreativitasnya mampu membuat mata orang-orang sekitarnya untuk melirik. Ia mendirikan usaha kreatif produk kerajinan berbahan akrilik yang dilengkapi dengan laser technology.

Di teras rumahnya di Jalan Lamongan Raya Nomor 33 Sampangan Semarang, Nadia memanfaatkan sebagai ruang produksi. Ia memanfaatkan bahan akrilik yang merupakan polymethyl methacrylate berupa material menyerupai kaca yang transparan, bening, dan mampu menyerap sinar. Sehingga bahan ini menarik untuk kerajinan.

Berbagai produk kerajinan akrilik seperti gantungan kunci motor, gantungan kunci mobil, PIN, name tag, plakat, trophy, display akrilik, box akrilik, jam akrilik, dan lain-lain. Di antaranya juga menggunakan inovasi Laser Engrave Technology. Sehingga produk yang dihasilkan terbilang unik.

“Saya memang sejak SMA memiliki hobi berbisnis, menjadi reseller produk. Sewaktu masuk kuliah, saya berinisiatif mengembangkan bisnis dengan membuat produk sendiri. Bentuknya aklirik,” kata Nadia saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Apalagi setelah mendapatkan support dari dosen pembimbing, ia kian bersemangat mendirikan wirausaha mandiri. Ia berusaha melakukan riset dengan mencari informasi mengenai seluk beluk akrilik dan teknik pembuatannya. “Akhirnya saya beranikan diri membeli mesin untuk produksi. Sampai saat ini, baru enam bulan,” katanya.

Agar produk bisa tampil beda dan menarik, ia berusaha memanfaatkan teknologi laser. “Misalnya plakat menggunakan LED bisa menyala serta aksesoris untuk memercantik tampilan,” kata mahasiswi semester 1, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang angkatan 2017 ini.

Pemasarannya, Nadia memanfaatkan e-commerce information technology internet. Di antaranya, media sosial seperti Instagram dan Facebook. “Alhamdulilah, baru enam bulan, sudah banyak dipesan pembeli baik dari dalam kota maupun luar kota. Misalnya, Kudus, Jepara dan lain-lain,” katanya.

Ia mengaku modal untuk mendirikan usaha tersebut tidak besar, yakni kurang lebih Rp 30 juta untuk membeli mesin. “Progres pemasarannya menunjukkan geliat menarik, karena ada perkembangan semakin meningkat. Ia juga memerkenalkan produknya melalui event pameran dan dipasarkan kepada lingkungan sekitar,” katanya.

Untuk pemasaran, lanjut Nadia, paling mudah adalah memanfaatkan orang-orang di sekitar. Karena ia berstatus mahasiswi, maka pertama kali adalah teman-temannya. Bahkan ia tak segan memikat para dosennya untuk membeli produk hasil karya tangannya. “Dosen-dosen sering membeli. Ada kenaikan meski masih terbilang sedikit,” katanya.

Ia juga bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Universitas Dian Nuswantoro, sehingga pemasaran produknya juga lebih mudah. “Awalnya saya lihat bermacam souvenir ada yang dari aluminium, plastik, dan lain-lain. Saya terinspirasi bagaimana membuat produk yang terbuat dari akrilik, karena lebih elegan,” kata dara kelahiran Semarang, 29 Maret 1999 ini.

Meski masih dalam tahap pengembangan, Nadia telah menghasilkan omzet kurang lebih Rp 5 juta kotor. “Soal omzet memang belum stabil sih, karena masih baru. Tapi setidaknya sebulan, bersih kurang lebih bisa mendapat Rp 2 juta,” katanya. Desember lalu, ia juga sempat menyabet juara II kompetisi usaha kreatif entrepreneur 2017 di Udinus. (*/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here