REKAM MEDIS: Kapolres Pekalongan, Wawan Kurniawan, saat mendampingi Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng saat melakukan rekam medis gigi para tahanan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKAM MEDIS: Kapolres Pekalongan, Wawan Kurniawan, saat mendampingi Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng saat melakukan rekam medis gigi para tahanan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Puluhan penghuni rumah tahanan Polres Pekalongan, Kamis (22/2) kemarin, menjalani pendataan dan perekaman  odontogram oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng. odontogram sendiri salah satu pendekatan rekam medis menggambarkan kondisi gigi menggunakan visual dan supplemental code.

Odontogram sendiri adalah salah satu cara yang digunakan oleh Polri, untuk mengungkap kejahatan ataupun korban yang meninggal, baik karena bencana alam yang jasadnya sudah tidak bisa dikenali.

Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng yang dipimpin oleh Kompol drg Romanus Widi, didampingi langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, beserta pejabat Utama Polres Pekalongan, Waka Polres Kompol Joko Watoro, Kabag Sumda Kompol Siti Zaamah, Kasi Propam Iptu Mustadi, Kasat Tahti Ipda Mustajab dan Paur Dokkes dr Luhur Agus Slameta.

Satu persatu tahanan diperiksa kondisi gigi dan susunannya, kemudian tim memasukan data diblanko sesuai nama tahanan masing-masing. “Blangko-blangko yang berisi identitas tahanan beserta susunan giginya nantinya oleh tim DVI di masukan dalam data base Bid Dokkes Polda Jateng,” ungkap Paur Dokkes Bag Sumda Polres Pekalongan dr Luhur Agus Slameta.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan,AKBP Wawan Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung,  langkah yang dilakukan oleh Tim DVI Bid Dokkes Polda Jateng, untuk melakukan odontogram dalam pengumpulan  data, yang  selanjutnya dimasukan ke database Kepolisian.

Menurutnya pihaknya selalu menyampaikan kepada anggota Polri agar terus belajar dan mengembangkan diri sesuai dengan tugas dan fungsinya, di Kepolisian, bahwa Polri harus mengikuti perkembangan kemajuan teknologi guna mendukung tugas kepolisian yang semakin kompleks.

“Kalau sudah masuk database, dimanapun orangnya berada apakah nantinya dia sebagai pelaku kejahatan, ataupun korban dan mungkin saja suatu saat terjadi bencana dan wajah sudah tidak bisa dikenali yang tersisa hanya gigi, bermanfaatlah apa yang kita lakukan sekarang,” tegas Kapolres AKBP Wawan Kurniawan. (thd/bas)