33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Jembatan Sungai Progo Roboh

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Jembatan tua peninggalan zaman kolonial belanda yang melintas di atas Sungai Progo Kranggan Temanggung, tepatnya di samping komplek makam Mayjen TNI Bambang Soegeng ambruk, Rabu (21/2) malam. Robohnya jembatan bersejerah itu diduga karena hujan yang cukup deras dan arus sungai mengikis fondasi jembatan tersebut.

Seorang saksi mata penjual buah durian yang mangkal sekitar Jembatan Progo, Darmadi, 65, mengatakan, jembatan runtuh sekitar pukul 22.00 WIB saat terjadi hujan deras. “Sejak Rabu sore hujan mengguyur Temanggung, saat saya masih jualan tiba-tiba sekitar pukul 22.00 WIB terdengar suara gemuruh. Saya kira ada longsor di sekitar jembatan, ternyata jembatan lama yang berada di sisi selatan sudah runtuh,” ucap Darmadi, Kamis (22/2).

Darmadi melanjutkan, setelah melihat jembatan roboh, ia mencoba mendekat. Ternyata besi penyangga jembatan yang membentang di atas Sungai Progo tersebut telah roboh dan patah menjadi dua bagian. Bagian tengahnya melengkung ke dasar sungai. Meskipun jembatan patah dan masuk ke dasar sungai tidak menimbulkan korban jiwa manusia. “Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak digunakan. Kondisinya memang memprihatinkan, bagian kayu dasar aspal jembatan itu sudah banyak yang lapuk dan berlubang,” kata Darmadi.

Ia menambahkan, fondasi jembatan sebelah barat sudah kelihatan terkikis arus Sungai Progo sejak empat bulan yang lalu. Curah hujan yang cukup deras dalam beberapa waktu terakhir menambah lebar kikisan fondasi tersebut sebelum akhirnya roboh.

Dandim 0706/Temanggung Letkol Arm Yusuf Setiaji menuturkan, setiap tanggal 10 November bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dan Hari Jadi Kabupaten Temanggung, selalu digelar tradisi tabur bunga di atas jembatan lama tersebut. Tabur bunga tersebut dilakukan untuk mengenang ribuan jiwa pejuang dan rakyat Indonesia yang gugur karena dibantai di atas jembatan tersebut oleh tentara Belanda pada 1949 silam.

Para pejuang dan rakyat yang ditangkap tentara Belanda, diikat tangannya dan ditutup matanya, lalu ditembak. Ada juga yang dipenggal kepalannya. Jenasah mereka kemudian diceburkan ke Sungai Progo yang berada di bawah jembatan. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Karaoke Ilegal Digeruduk Warga

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Razia di bulan suci ini tidak hanya dilakukan aparat keamanan, tetapi oleh warga. Diduga untuk tempat mesum, sebuah tempat karaoke di...

AXIS Luncurkan Paket Unlimited Gaming Pertama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus meningkatkan manfaat produk layanan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan segmen anak muda atas...

Sambut Maulid Nabi dengan Berbagai Lomba

KENDAL—Perayaan Maulid atau hari kelahiran nabi Muhammad SAW, pemuda Kaliwungu menggelar berbagai lomba dan seni. Mulai dari lomba lampion, weh-wehan musik rebana, tilawatil Quran,...

Panitia Tak Ingin Kecolongan

SEMARANG - Tim aju masing-masing kontingen dari 34 provinsi, Rabu (6/9) telah mengajukan berkas atlet yang akan turun di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional...

Komunitas Muda Harus Tahu KDRT

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Komunitas muda merupakan garda terdepan dalam penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Karena mereka yang dalam waktu dekat menuju jenjang kehidupan...

Jenjang Pendidikan Tinggi , Banyak Referensi, Wujudkan Good Government

DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM yang kini menjadi Camat Pedurungan, telah memiliki banyak gelar akademik. Bahkan, menjadi satu-satunya camat yang...