Berangka 1373, Diduga Semasa dengan Candi Sukuh

Penemuan Batu Prasasti di Lereng Gunung Ungaran

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM Sebuah batu yang diduga prasasti dengan inskripsi kuno ditemukan di lereng Gunung Ungaran. Prasasti ini merupakan satu-satunya yang berada di kawasan Gunung Ungaran. Seperti apa?

PRATONO

UNTUK mencapai lokasi batu prasasti itu tidak mudah. Harus menelusuri kebun teh, mendaki bukit yang ditumbuhi semak-semak liar dan gangguan lintah menjadi syarat untuk bisa sampai ke batu prasasti tersebut. Jika berjalan kaki dari Umbul Sidomukti, butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Batu prasasti yang diameternya lebih dari 1 meter tersebut berada di tengah semak-semak liar. Kondisinya tertutup lumut dengan guratan-guratan yang membingungkan. Terdapat dua sisi batu yang diketahui terdapat inskripsi tulisan kuno.

Satu sisi dipastikan bertuliskan angka Jawa kuno. Terdapat 4 angka yang biasanya merujuk pada angka tahun.  “Saya sendiri hanya mampu membaca 2 angka pertama, 13. Sedangkan 2 angka terakhir sulit dibaca karena kondisi aus,” ujar peneliti Cagar Budaya, Tri Subekso, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Namun dengan bantuan rekannya, lanjut Tri, akhirnya 2 angka terakhir bisa dibaca, yakni 73. Sehingga 4 angka di prasasti tersebut menjadi 1373 yang merujuk pada 1373 Saka atau 1451 masehi.

“Dengan demikian, prasasti ini semasa dengan keberadaan Candi Sukuh atau masuk dalam garis kronologis Majapahit akhir,” tutur alumni Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.

Sementara di sisi lain, tulisannya belum bisa terbaca karena sudah aus. Huruf tersebut mirip arab pegon, tapi belum bisa dipastikan karena sulitnya identifikasi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -