32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Akibat Keteledoran Pengawasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Belakangan, banyak terjadi bangunan infrastruktur yang gagal. Roboh meski terbilang bangunan baru. Karena itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta agar jajarannya lebih memperketat pengawasan pengerjaan. Setidaknya lebih selektif memilih konsultan dan kontraktor.

Hal itu diungkapkan dalam Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi dan Konsultan Bidang Perkeretaapian di Hotel Pandanaran, Kamis (22/2). Dalam acara yang dihadiri konsultan dan kontraktor itu, dia menegaskan jika pengerjaan infrastruktur perlu digarap dengan cermat. Tidak ada alasan salah perhitungan atau apapun. Sebab, keteledoran bisa merenggut nyawa seseorang. “Untuk sistem pengawasan, saya minta Kepala Balai dan Satker pertama kali pilih konsultan pengawas yang tangguh. Juga kontraktornya,” tegasnya.

Menurutnya, evaluasi perlu segera dilakukan ketika konsultan sudah mendapat perkerjaan. Jangan hanya tanda tangan saja karena konsultan harus menjalankan fungsi pengawasan dengan baik. “Konsultan itu perwakilan owner untuk menjalankan pengawasan. Kalau enggak tegas, akan jadi bumerang. Konsultan juga jangan alergi evaluasi,” terangnya.

Memang sudah ada sanksi tegas pada kontraktor ataupun konsultan yang lalai terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan K3. Menurutnya, kecelakaan kerja yang sering terjadi belakangan ini tak lepas dari keteledoran sistem pengawasan.

“Kita tidak perlu pakai bicara keras-keras. Tapi saya pikir teman-teman di balai dan Satker harus tegas tegakkan aturan, karena ini berkaitan dengan reputasi. Saya tegaskan, tegakkan law enforcement dengan sanksi yang melanggar di-black list saja. Itu yang paling mujarab,” tambahnya.

Ditegaskan, kejar target penyelesaian proyek juga bukan berarti mengabaikan kualitas serta keselamatan kerja. Pengawasan oleh konsultan jadi faktor penentunya. “Parameter banyak, mulai dari waktu, kualitas, tapi ada juga parameter yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja,” tandasnya. (amh/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here