Sehari Hasilkan 249,49 Meter Kubik Sampah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Magelang terus meningkat. Selama 2017, sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuurip, tiap harinya mencapai 249,49 meter kubik. Jumlah ini meningkat dari rata-rata di 2016 yang sebesar 240,4 meter kubik per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Penanganan Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang R Jaka Prawistara menguraikan, jumlah sampah itu masih didominasi sampah organik yang mencapai 43,6 persen. Sedangkan sisanya untuk jenis sampah lain, seperti plastik 21,5 persen, kertas 18,8 persen, kayu 3,4 persen, kain 1,8 persen, karet kulit tiruan 0,5 persen, logam 0,8 persen, gelas kaca 3,7 persen, serta sampah yang tak ramah lingkungan lainnya sekitar 5,9 persen. “Misalnya styrofoam,” kata Jaka.

Kenaikan volume sampah itu dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang bertambah, tumbuhnya hunian, pusat kuliner hingga pusat-pusat perbelanjaan di Kota Magelang. Selain itu, Kota Magelang sebagai kota transit juga dikunjungi oleh wisatawan. “Namun, penambahan ini kita ikuti dengan berbagai langkah pengelolaan sampah yang baik, agar sampah itu tetap tertangani,” akunya.

Ia tak membiarkan sampah menumpuk. Tenaga penyapu jalan telah dikerahkan untuk membereskan sampah. Peran masyarakat dalam memilah sampah di tingkat rumah tangga juga menjadi kunci suksesnya pengelolaan sampah di Kota Sejuta Bunga. “Pengambilan sampah di depo sampah juga berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Menurut Jaka, penanganan sampah butuh kerja keras semua pihak. Karena itu, ia menambah fasilitas agar masyarakat makin mudah dalam membuang sampah pada tempatnya. Diantaranya, membangun 5 Tempat Pengelelolaan Sampah Terpadu (TPST) berbasis reduce, reuse dan recycle (3R). Lalu, puluhan tempat sampah terpilah ia pasang di beberapa titik, seperti di trotoar dan taman-taman kota.

Rabu (21/2), para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Para ASN mengikuti apel sambil membawa sampah anorganik yang bernilai ekonomis. Sampah-sampah itu kemudian diserahkan kepada petugas Bank Sampah Kota yang berjaga di sekitar halaman kantor Wali Kota MagelangDua armada pengangkut sampah disiapkan dalam kegiatan yang disebut Sadaqah Sampah itu. (put/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -