Teknik Rantai Kata Tingkatkan Bicara Jawa Krama

spot_img

RADARSEMARANG.COM – DALAM berinteraksi dengan orang lain, bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh siswa adalah bahasa ngoko. Lantaran mereka memandang bahasa Krama mempunyai susunan bahasa yang rumit dibandingkan dengan bahasa Jawa Ngoko. Apalagi pada zaman sekarang yang sedang ngetren dengan sebutan Zaman Now, banyak masyarakat Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia. Kalaupun ada yang berbahasa Jawa, sering menggunakan kalimat yang salah. Sebagaimana di lingkungan sekolah sering dijumpai siswa berbicara dengan gurunya menggunakan bahasa yang salah, misalnya saya mau pulang diucapkan kula badhe kondur.

Siswa cenderung menggunakan bahasa Indonesia karena merasa kesulitan berbahasa Jawa Krama. Selain itu, sering dijumpai ada orang yang lebih tua berkomunikasi dengan bahasa Jawa Ngoko, siswapun menanggapinya dengan bahasa Ngoko pula. Hal ini karena mereka sama sekali tidak bisa, bahkan bingung jika berbicara dengan bahasa Krama. Demikian juga di lingkungan masyarakat, suatu ketika pada pertemuan PKK terjadi salah seorang ibu mengucapkan Ibu-ibu ampun kesupen wulan ngajeng PKK wonten ing dalem kula, sami rawuh nggih. Penggunaan kata dalem tidak tepat, karena membahasakan diri sendiri. Lebih tepatnya kata dalem menggunakan kata kula.

Upaya untuk mengatasi kendala tersebut dan mempertahankan bahasa Jawa, pemerintah telah mewajibkan Bahasa Jawa harus diajarkan sebagai mulok wajib pada setiap jenjang Pendidikan dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Semua kebijakan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat umum. Jika di sekolah telah diajarkan bahasa Jawa Krama, hendaknya bisa dipraktikkan dalam masyarakat agar terbiasa dan tidak lagi canggung menggunakan bahasa Krama tersebut.

Baca juga:   Mengevaluasi Pembelajaran Guru PAI

Mata pelajaran Bahasa Jawa sekarang di mata siswa adalah mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Di lingkungan sekolah, guru harus tahu tentang keadaan, kemampuan, kondisi dan kebutuhan siswa. Seorang guru juga harus berusaha mengetahui latar belakang siswa yang berbeda. Penggunaan bahasa Jawa Krama merupakan susunan bahasa yang rumit dan sulit dibandingkan bahasa Ngoko. Oleh karena itu, supaya siswa memperoleh penguasaan kompetensi berbicara Bahasa Jawa Krama secara maksimal, harus diupayakan teknik yang tepat dalam pembelajaran.

Author

Populer

Lainnya