Angkudes Mati Suri, Bappeda Sindir Dishub

390

”Jangan malah membangun sistem transportasi baru. Sebenarnya itu sudah saya sampaikan sejak 2014 ke Dishub. Tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ketus Sigit kepada Jawa Pos Radar Solo di sela Rapat Paripurna di Gedung Paripurna DPRD Klaten, Senin (19/2).

Kajian Dishub yang mengajukan pengadaan Bus Rapid Transit (BRT) di sepanjang jalur utama Delanggu-Prambanan dinilai Bappeda tidak tepat sasaran. Harusnya, akses dari kawasan pinggiran ke Kota Klaten yang dihidupkan. Melalui pengembangan angkudes yang selama ini mati suri. Bappeda menegaskan siap menggelontorkan anggaran untuk menghidupkan angkudes.

”Kami bisa memberi subsidi BBM untuk angkudes. Jadi para sopir tidak usah memikirkan BBM lagi. Kalau perlu kita kembangkan menjadi 100 angkutan demi memenuhi kebutuhan masyarakat terkait keberadaan transportasi umum yang memadai,” jelasnya.

Jika Dishub berhasil mengoptimalkan angkudes, Bappeda mengklaim bakal banyak peminatnya. Khususnya pelajar. Sebab pelajar di Klaten banyak yang belum mengantongi SIM C untuk mengendarai sepeda motor.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Klaten, Sla.met Widodo mengaku sulit menghidupkan angkudes. Maka pemanfaatan bantuan 10 armada bus menjadi satu-satunya solusi menjawab kebutuhan transportasi umum yang memadai di Klaten.

(rs/ren/fer/JPR)

Silakan beri komentar.