32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

PKS Siap Menangkan Sudirman-Ida

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Temanggung bertekad memenangkan pasangan Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziah dalam Pilgub 27 Juni mendatang. Upaya yang ditempuh pengurus dengan memaksimalkan anggota nonstruktur untuk dijadikan sebagai tim pemenangan.

“Ada 200 anggota yang dikukuhkan sebagai Tim Pemenangan Pemilu Cabang (TPPC) atau tingkat kecamatan. Masing-masing kecamatan 10 orang, mereka merupakan kader baru alias bukan pengurus,” ucap Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah Pilgub 2018 Kabupaten Temanggung M Anantyo Widodo usai dikukuhkan oleh Pengurus DPW PKS Jateng di RM Ani Kedu, Sabtu (17/2).

Wakil DPD PKS Temanggung itu melanjutkan, di masing-masing kecamatan itu nantinya diharapkan bisa membentuk tim tingkat ranting (kelurahan/desa), lalu melebar ke tingkat RT/RW. Tim tersebut merupakan tim internal PKS, di luar itu juga ada tim bersama mitra koalisi parpol pengusung, seperti dengan Gerindra, PKB dan PAN.

“Dengan kekuatan PKS dan parpol koalisi, kami optimistis pasangan nomor 2 Sudirman-Ida bisa menang. Kami menarget di Temanggung bisa meraih kemenangan 70 persen,” ungkapnya.

Di hari yang sama, Sudirman Said menghadiri dialog dengan para pemuka agama yang digelar Badan Kerja Sama Antar-Gereja Kristen dan Forum Lintas Iman Kabupaten Temanggung di RM Daun Mas Temangggung. Dalam kesempatan itu, Sudirman menyampaikan visi-misinya. Salah satu program yang tonjolkan adalah sekolah pamong desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi perangkat desa. “Sekolah pamong desa saya yakini sesuatu yang akan berdampak besar untuk kemajuan suatu pembangunan daerah. Karena, pembangunan daerah ujung tombaknya adalah desa, maka SDM prerangkat desa harus diperkuat,” ucap Sudirman.

Masih menurut Sudirman, program tersebut bukan tanpa alasan, karena sekarang sudah digelontor dana desa melalui ABPN, tapi tidak diikuti SDM yang bagus, kadang terjadi salah kelola akhirnya berurusan dengan hukum. “Sebenarnya mereka tidak ada unsur kesengajaan untuk melakukan tindakan korupsi (penyelewengan), namun karena kealpaan administrasi,” ungkapnya. (san/sct/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here