33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Popda Taekwondo Disoal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembiyaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo oleh Pemkab Semarang mendapat perhatian serius dari kalangan dewan.

Pasalnya, dalam hal ini Pemkab Semarang berpijak di ‘dua kaki’, dengan membiayai dua pelaksanaan Popda dalam satu cabor. “Penyelenggaranya yaitu Taekwondo Indonesia (TI) dan Universal Taekwondo Indonesia (UTI), ini jelas sangat aneh,” ujar anggota DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito, Jumat (16/2).

Menurut Jito sapaan akrab Pujo, dalam hal ini bukan persoalan besar atau kecilnya anggaran yang digunakan oleh Pemkab Semarang. Namun lebih ke transparansi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut yang ia nilai masih tidak jelas.

Dikatakan Jito, penganggaran Popda oleh APBD Kabupaten Semarang hanya boleh dilakukan untuk satu kegiatan dalam satu cabor saja. Itupun diberikan kepada organisasi menaungi cabor yang telah diakui oleh pemerintah.

Dalam hal ini, TI merupakan organisasi olahraga taekwondo yang sudah diakui pemerintah. Sifatnya, setiap melakukan kegiatan juga tidak bertujuan untuk mencari provit. Namun lebih mengutamakan penjaringan atlet di dunia taekwondo.

Menurut Jito, hal itu berbeda dengan UTI. Dimana organisasi tersebut dalam membuat kegiatan selalu berorientasi kepada provit. Sehingga melihat latar belakang tersebut, lanjutnya, Pemkab Semarang tidak seharusnya menganggarkan kegiatan organisai tersebut. Apalagi menggunakan APBD Kabupaten Semarang.

“Dua-duanya sama-sama didanai APBD Kabupaten Semarang. Lha trus itu bagaimana?. Satu cabor bisa dua kali melaksanakan Popda,” ujar anggota dewan yang juga politisi PDIP tersebut.

Kondisi tersebut selain merugikan daerah, juga merugikan para peserta yang ikut dalam Popda cabor taekwondo. Dimana nantinya, untuk peserta yang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh UTI tidak bisa melaju ke perlombaan tingkat provinsi.

Hal itu dikarenakan di Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) Jateng sendiri, Popda yang diakui hanya yang diselenggarakan oleh TI bukan UTI. “UTI ini kan organisasi taekwondo yang sudah profesional. Ini sebenarnya tidak bisa dibiayai oleh APBD, karena sifatnya sudah profesional,” ujarnya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terjunkan 2.593 Petugas

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo bakal menerjunkan 2.593 petugas untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilgub Jateng...

Prioritaskan Daerah Terpencil

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pelaksanaan distribusi logistik Pilgub Jateng oleh KPU ke kecamatan akan dilakukan selama dua hari. Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengungkapkan...

VIVA LOYOLA!

SOLO – Tim cewek SMA Kolese Loyola Semarang sukses menuntaskan misi mereka menjadi yang terbaik di Jawa Tengah setelah sukses merebut gelar Champion Honda...

Masyarakat Makin Kristis Soal Air Bersih

MAGELANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang diminta sigap menangani permasalahan air bersih. Sebab, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito ingin kebutuhan masyarakat...

Upacara Hardiknas Harus Lewati ‘Jalur Offroad’

GROBOGAN – Tahun ini Pemprov Jateng sengaja menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan nuansa beda dari sebelumnya. Yaitu di pelosok desa Kabupaten...

Jelang Puasa, Stok Bulog Aman

BATANG–Menjelang bulan puasa atau Ramadan dan Lebaran, Bulog Sub Divre Pekalongan menyatakan stok bahan pokok aman. Baik stok beras maupun makanan penunjang lainnya, aman...