33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Saya Ingin Imlek Lebih Membumi

Harjanto Halim

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

“Kalau saya, Tionghoa Indonesia, bukan Tionghoa di China, bukan Tionghoa di Singapura.”

RADARSEMARANG.COM – Dalam sejumlah peristiwa—utamanya politik—isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kerap mencuat. Masyarakat etnis Tionghoa, seringkali menjadi sasaran isu SARA. Padahal, mereka juga berperan dalam mengusung rasa kebangsaan, sama dengan etnis lainnya.

Apa pendapat Harjanto Halim, seorang tokoh Tionghoa di Kota Semarang mengenai hal ini? Berikut petikan wawancara Jawa Pos Radar Semarang dengan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, akhir pekan lalu.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, bagaimana pandangan komunitas Tionghoa, terutama dalam hal nasionalisme dan persatuan Indonesia?

Jadi sebenarnya sebagai minoritas itu sudah keniscayaan untuk mendukung keberagaman, kebangsaan yang sudah diusung sejak Indonesia merdeka. Jadi, kalaupun ada Tionghoa yang tidak (memiliki rasa nasionalisme), menurut saya mungkin sekarang sudah menjadi bagian yang kecil, sudah jadi pendapat pribadi. Jadi secara umum, (masyarakat) Tionghoa, mereka akan mengusung tema nasionalisme dan keberagaman yang ada di Indonesia.

Dalam beberapa hal, sering ada provokasi-provokasi yang menyasar komunitas Tionghoa. Bagaimana Anda melihat hal seperti ini?

Mungkin ada (provokasi-provokasi terhadap etnis Tionghoa). Tapi, sekarang ini, yang saya lihat, mungkin lebih ke arah agama. Kalau (diskriminasi) etnis, sekarang sudah tidak (banyak). Makanya, dalam Pasar Imlek kali ini, kita juga melihat bahwa Tionghoa, terutama di Semarang ini, sebenarnya sudah membumi sekali. Banyak kearifan lokal yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Makanya, ini coba kita angkat lagi, kita ingatkan kembali untuk komunitas Tionghoa maupun komunitas di luar Tionghoa. Seperti (penggunaan) tebu, daun jati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ayo Dolan Ke Museum

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah siswa-siswi TK Kanisus Kurmaosari melihat miniatur Kapal Samudra Raksa di Museum Ronggowarsito, Kota Semarang, Senin (9/4). Program Ayo Dolan ke Museum...

Pendidikan Karakter dalam Pelajaran Seni Musik

RADARSEMARANG.COM - Pelajaran Seni musik di sekolah selain mengenalkan penggunaan alat musik atau olah vokal juga merupakan sarana pendidikan karakter pada peserta didik. Tidak...

Bagikan Kurban di Hari Tasyrik

SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga melalui Lembaga Amalan Islam (LAI) pada Idul Adha 1438 H kali ini mengumpulkan hewan kurban berupa 3 ekor sapi...

Tempat Berbelanja Produk Elektronik yang Nyaman

RADARSEMARANG.COM - Atlanta Electronics. Toko elektronik berkonsep modern pertama di Kota Semarang ini, lahir dari kerja keras sang pemilik, Santoso Kurniadi. MENGAWALI karier sebagai sales...

Schreuder Salatiga Berjaya

SEMARANG - Sasana Schreuder Salatiga tampil sebagai juara umum cabang wushu sanda (pertarungan bebas) dalam Kejuaraan Terbuka Wushu Piala Rektor Unnes II yang berakhir...

Kades-Camat Jangan Main-Main

KAJEN – Tiap desa di Kabupaten Pekalongan banyak menerima bantuan dana yang tidak sedikit, mencapai Rp 1 miliar. Dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten,...