33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Muncul Rekahan Susulan

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA—Warga yang bermukim di Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, semakin waswas, menyusul munculnya pergerakan tanah di wilayah mereka. Sebelumnya, jalur provinsi itu tertimbun material longsor sepanjang sekitar 60 meter. Saat ini, titik yang dimakisud semakin parah karena ambles.

Sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan penghubung antar kecamatan dan kabupaten. Hanya saja, belum rampung pekerjaan tersebut, Rabu (14/2) kemarin, tanah kembali bergerak. Sehingga meyebabkan sebagian titik jalan ambles hingga putus.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, tanah ambles cukup parah. Kedalamannya, sekitar 5-6 meter, dan panjang 50 meter. Juga muncul aliran mata air di sela retakan tanah. Kondisi tanah masih labil, dengan munculnya rekahan di beberapa titik.

Jika pun material longsor berhasil disingkirkan, jalan tetap putus dan tidak bisa dilalui, karena ambles cukup dalam. Penanganan jalan ambles akan melibatkan Badan Geologi Bandung untuk mengkaji kelayakan tanah di zona tersebut.

Putusnya jalan provinsi yang menghubungkan kota dengan beberapa kecamatan, membuat lalu lintas lumpuh total. Warga antarkecamatan terpaksa melintasi rute alternatif, dengan jarak tempuh cukup jauh dan medan berkelok ekstrem. Yakni, melalui Pasar Gripit-Semingkir-Kalibening, atau Pasar Gripit-Pagarpelah-Slatri-Karangkobar.

Pantauan koran ini kemarin, ratusan pengungsi bertahan, karena masih terjadi gerakan tanah di Dusun Sawangan, Desa Sirongge Kecamatan Pandanarum. Pergerakan tanah dari bukit mengarah ke permukiman di bawahnya, hingga merusak kebun warga.

Diperkirakan, hari ini Tim Geolog dari Badan Geologi Bandung, mulai melakukan kajian di lokasi tanah longsor Desa Sirongge.

Data assesment BPBD menunjukkan, jumlah pengungsi sementara dari Dusun Sawangan telah mencapai 232 jiwa terdiri dari 81 pria dan 151 perempuan. Selain itu, terdapat sedikitnya 19 balita, 24 anak dan 13 orang lanjut usia (lansia) yang turut mengungsi. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hendi Optimistis Bisa Maksimalkan Serapan Anggaran

SEMARANG-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan bahwa model serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari pemerintah berbeda dengan serapan anggaran di perusahaan atau swasta....

Beda 10+5 dan 10-3 untuk Cantik

Oleh: Dahlan Iskan Inilah prinsipnya: 10  + 5 = 15.  Itu benar. Bukan baik. Tapi 10 – 3 = 9, itu salah. Bukan jelek. ”Ilmu itu...

Tewas Saat Tebang Pohon

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Seorang petani tewas saat menebang pohon di ladang miliknya di Dusun Kleyang Gunung, Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, Senin (8/1) sore. Suminto,...

Boyongan, PKL Diantar Wawali

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 124 PKL Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Jumat (2/2) kemarin, boyongan ke Pasar Klitikan Penggaron. Para pedagang diantar langsung oleh Wakil Wali...

HUT Komunitas RX King

Ribuan anggota komunitas RX King menggelar peringatan HUT ke-5 di Lapangan Serbaguna Pulutan Sidorejo, Minggu (3/9). Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio (keempat dari...

Dipadu dengan Batik, Sudah Produksi 36 Pasang

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah siswa SMA Negeri 3 Semarang yang tergabung dalam Satria Ganesha Cooperative Student (Sagasco.sc), menyulap tumbuhan gulma eceng gondok menjadi kerajinan sepatu...