33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Biaya Produksi Tinggi, Kalah dengan Produk Impor

Ketika Yongsua Made In Demak Tak Lagi Pekat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TRADISIONAL: Seorang perempuan paruh baya tengah menyerut bambu, sebelum ditempeli bahan baku yongsua. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRADISIONAL: Seorang perempuan paruh baya tengah menyerut bambu, sebelum ditempeli bahan baku yongsua. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Momen Imlek tidak membuat pengrajin yongsua atau dupa di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, bergairah. Sebaliknya, kondisi ekonomi pengrajin makin menyusut dan cenderung lesu. Ini pula yang dialami home industry milik Khudori, warga RT 4 RW 6.

WAHIB PRIBADI, Demak

KAMPUNG Waru, siang itu, cukup ramai. Irama lalu lalang kendaraan warga, berpadu dengan musik dangdut yang terdengar dari sejumlah rumah penduduk dan transaksi lisan bakul-bakul pasar. Selain keberadaan pasar, Kampung Waru juga dilalui jalan raya penghubung Kecamatan Mranggen dan Kecamatan Sayung.

Dua wilayah perbatasan ini, dari sisi perekonomian, sebetulnya makin meningkat. Warga setempat—selain bertani dan berdagang—ada juga yang menjadi pengrajin batu bata. Yang juga menarik, meski di dua wilayah itu tidak ada kelenteng, namun ada seorang warga yang menjadi pengrajin yongsua alias dupa. Pengrajin yang dimaksud bernama Khudori.

Usianya masih muda. Baru 27 tahun. Ia menggantikan orang tuanya, Suparno, 55, yang kini beralih beternak sapi. “Di Desa Waru ini, pembuatan produksi yongsua sudah lama. Sekitar 20 tahun silam. Yang memulai memproduksi Pak Suparno, ayah saya,” ucap Khudori saat ditemui di rumahnya.

Khudori bercerita, awalnya ada beberapa pengrajin yongsua di Kampung Waru. Namun, yang bertahan hingga kini hanya satu. “Cuma saya.” Itu pun, lanjut Khudori, karena ia meneruskan usaha sang ayah. “Usaha ini memang turun-temurun,” tutur pria kelahiran Demak, pada 16 Agustus 1989 itu.

Sebelum memproduksi yongsua sendiri, tutur Khudori, ayahnya bertahun-tahun kerja di perusahaan milik Pingwi, warga Tionghoa di daerah Gajah, Kota Semarang. Setelah Pingwi meninggal, karyawannya bubar. Suparno lantas pindah kerja ke Petungsewu, Malang, Jatim. Ia bekerja di pabrik dupa. Dari pengalaman itulah, Suparno lantas mendirikan home industry dupa di desanya: Waru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bawaslu Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu 2019

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Bawaslu Demak mulai membuka pendaftaran pemantau pemilu. Dengan adanya pemantau diharapkan kualitas pemilu dapat lebih meningkat. Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Demak,...

Basmi 2.648 Tikus, Imbalannya Kambing

TEMANGGUNG—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindag dan UMKM) Kabupten Temanngung, punya cara tersendiri untuk membasmi hama tikus...

KKTM Minta Pemkot Tanggap

RENCANA keluarga Woro Indarti menjual rumah dan tanah yang menjadi saksi bisu tragedi Kampung Tulung, menjadi perhatian serius Komunitas Kota Toea Magelang (KKTM). Komunitas...

UPK Guntur Salurkan Dana Sosial Untuk Anak Yatim dan Lansia

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Guntur menyalurkan dana sosial sebesar Rp 87.200.000 kepada masyarakat di wilayah tersebut. Dana sebesar itu, untuk...

Merasa Prihatin, Melihat Tuna Netra Terjebak Lubang

Banyak fasiltas umum (Fasum) yang kurang bersahabat bagi penyandang tuna netra, membuat tiga siswa SMK Nurul Barqi, Gunungpati, Kota Semarang membuat alat berupa tongkat...

PAN-Muhammadiyah Satu Suara

MUNGKID— DPD PAN Kabupaten Magelang dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah setempat menggelar pertemuan jelang Pilkada Juni 2018. Hasilnya, baik PAN dan Muhammadiyah menyatakan satu...