32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Dulu Remaja Tionghoa, Kini Diminati Warga Asli Muntilan

Liuk Panca Naga, Riwayatmu Kini

RADARSEMARANG.COM – Kelompok liong dan barongsai Panca Naga yang ber-homebase di klenteng Hok An Kiong Muntilan, pernah berjaya. Kini, kelompok tersebut seolah mati suri.

MUKHTAR LUTVIE

KLENTENG Hok An Kiong masih berbenah. Hal itu tampak pada pekerja bangunan yang tengah sibuk merenovasi bangunan klenteng pada Kamis (8/2) pekan lalu. Gudang utama tempat menyimpan properti liong, barongsai, beserta instrumen drum dan simbal, tak luput dari renovasi. Rencananya, gudang bakal disulap menjadi aula pertemuan. Saat peralatan kesenian dikeluarkan dari dalam gudang, beberapa di antaranya sudah rusak.

”Rusak karena terkikis usia dan faktor pemakaian. Minggu lalu, yang tidak bisa dipakai sudah dibakar dan abunya dilarung,” jelas Edi Susanto, petugas sekaligus relawan klenteng. Edi pernah menjadi salah satu pengawas Liong Panca Naga. Sejak berdiri pada awal 2000-an, ia telah berjibaku membesarkan grup hingga berakhir vakum.

Merasakan manisnya saat para remaja Tionghoa berlatih, tampil ke luar kota, hingga menorehkan prestasi. Juga perasaan getir, lantaran perlahan mulai ditinggalkan para pemain liong. ”Untuk bangkit kita harus cari orang-orang baru lagi. Melatih mereka yang mau berlatih mulai dari nol,” ucap pria 66 tahun itu.

Ia mengenang, di awal pendaftaran, antusiasme anak dan remaja Tionghoa luar biasa. Hanya bermodal selebaran di tiang listrik dan tembok sepanjang Pecinan, puluhan calon anggota mulai mendaftarkan diri. Pendaftarnya, murni anak-anak keturunan Tionghoa asli Muntilan. ”Karena mungkin beda zaman atau alasan kesibukan, sekarang tidak ada satupun dari Chinese yang minat sama sekali,” keluh Edi.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here