29 C
Semarang
Selasa, 20 April 2021

Jadi Locu Batin Lebih Tenang

Kisah Para Pelayan Dewa-Dewi

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM – Locu merupakan sebutan bagi orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani dan merawat altar para dewa di klenteng. Bagaimana proses penentuan locu di Klenteng Hok Hoo Bio Wonosobo ?

DI HOK HO BIO, ada tiga altar tempat rupang dewa dan dewi. Altar di sisi timur untuk penganut Tao. Sedangkan altar utama atau tengah diperuntukkan bagi penganut Konghucu. Sedangkan altar sisi barat untuk pemeluk Budha.

Tiap altar, perawatannya ada tanggung jawab masing masing. Penunjukannya tidak boleh sembarangan. Melainkan melalui proses sembahyang. Artinya, tidak semua orang bisa diterima sebagai locu.

Penentuan locu, biasanya digelar pada tanggal 14 bulan 2 Imlek atau pada hari ke 14 Cap Go Meh. Sebelum pengangkatan locu untuk tugas setahun ke depan, menurut Salim Kardianto, sang Ketua Yayasan Hok Hoo Bio, locu-locu periode sebelumnya melakukan ibadah.

Yakni, pamit kepada para dewa. Setelah itu, secara simbolis, mereka melepas slempang merah tua serta baju biru, busana khas kebesaran locu. Busana kebesaran itu lantas diserahkan kepada pimpinan klenteng. Upacara dilanjutkan dengan pemilihan locu baru. Pemilihan dimulai dengan sembahyang bersama bagi para calon locu. penentuan calon tidak dibatasi.

Nah, pemilihan locu tergolong unik. Artinya, tidak devoting oleh umat Tri Dharma. Melainkan, menggunakan pwa pwee, sebuah benda terbuat dari kayu berukuran kecil warna merah. Benda tersebut oleh calon diangkat dalam sembahyang, kemudian dijatuhkan.

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here