30 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

Bertemunya Umat Lintas Agama

Hok Tek Tong, Tempat

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM – Klenteng Hok Tek Tong di Parakan, Temanggung, tak melulu hanya jadi tempat ibadah. Tapi juga bisa untuk tempat kegiatan sosial, bertemunya umat lintas agama, tempat kongkow curah gagasan, tempat pendidikan, bahkan bisa dijadikan sebagai tempat hiburan.

HAL itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Klenteng Hok Tek Tong Parakan, Ginarso Kuncoro, kepada Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini. “Setiap malam Minggu, kita agendakan karaokean dengan pejabat Forkompimcam Parakan dan masyarakat umum lintas agama di ruang sayap kiri (ruang pertemuan). Di situlah, cara kami merangkul semua golongan, kita tidak eksklusif, namun kita terbuka,” kata Gunarso.

Untuk lembaga pendidikan, terang dia, Hok Tek Tong Parakan memiliki lembaga pendidikan formal, mulai play group/PAUD, TK, SD dan SMP yang diberi nama Remaja. “Kita memiliki lembaga pendidikan formal, sejak tahun 1958.” Pengurus Bidang Pemuda Yayasan Klenteng Hok Tek Tong Parakan, Ong Bunyu menyampaikan, banyak kegiatan yang dilakukan pengurus untuk merekatkan hubungan lintas agama. Salah satunya, dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa sumbang darah, melibatkan semua pemeluk agama.

“Kami rutin menggelar menggelar kegiatan baksos di klenteng. Adapun kepanitian, campuran dari lintas agama. Dari teman-teman muslim (Gusdurian, Banser Ansor), Kristen, Katolik, Hindu, dan Kong Hu Cu.” Upaya lain dalam merekatkan kerukunan umat beragama, dengan terlibat aktif pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Temanggung. “Bahkan sekretaris Yayasan Klenteng Hok Tek Tong Parakan, Suhandoko, juga menjadi pengurus FKUB.”

Perayaan Imlek tahun ini 2569/2018, Hok Tek Tong n tidak menggelar acara spesial atau besar. “Tahun ini merupakan tahun politik, ada pemilihan bupati-wakil bupati dan gubernur-wakil gubernur. Jadi, kita pilih tidak ada perayaan besar, cukup mengundang umat sendiri dengan sederhana.”

Kata Bunyu, pihaknya tidak menggelar agenda besar, bagian dari kehati-hatian pengurus di tahun politik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat even besar biasanya menghadirkan pejabat daerah, bupati, wakil bupati dan pejabat Forkompida lainnya. “Bahkan sampai 2019, sepertinya tidak ada perayaan besar. Karena 2019, juga ada Pileg dan Pilpres.”

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here