33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Wali Kota Hendi Jamin Semarang Tetep Gayeng

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – TOLERANSI antar umat beragama di Kota Semarang begitu tinggi. Perbedaan agama, suku, ras, maupun golongan, tidak menggoyahkan kondusifitas di Kota Lumpia ini. Semua saling menghargai dan menghormati. Termasuk ketika merayakan hari besar masing-masing agama.

“Tidak seperti tahun lalu, menjelang Imlek di tahun ini, saya terus ditanya oleh teman-teman media tentang pengamanan yang akan dilakukan, sebuah pertanyaan yang seingat saya tidak pernah ditanyakan di tahun-tahun lalu,” cerita Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat membuka Pasar Imlek Semawis 2018 di kawasan Pecinan Kota Semarang.

“Untuk itu saya tegaskan bahwa tidak ada yang berubah, dan tidak ada hal yang harus dikhawatirkan, yang terjadi di daerah lain tidak akan terjadi di Kota Semarang. Saya yakin kalau keberagaman merupakan kekuatan kita, dan terbukti hari ini perayaannya tetep gayeng seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas wali kota yang juga akrab disapa Hendi itu.

Ketika ditanya terkait kasus yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa daerah, seperti kejadian penyerangan Gereja di Yogyakarta, Hendi mengutuk aksi intoleran tersebut. “Intinya kalau mau hidup di Indonesia ya harus saling menghargai, kalau tidak bisa menghargai maka pindah saja ke negara lain,” tutur Hendi dengan suara sedikit meninggi.

Senada dengan Hendi, Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Haryanto Halim mengungkapkan pentingya keberagaman sebagai pemersatu masyarakat. “Keberagaman bukan slogan, bukan hanya ucapan. Perbedaan agama, suku, dan ras tidak seharusnya menjadi belenggu. Aku adalah engkau, engkau adalah aku. Tidak ada engkau, tidak ada aku,” tutur Haryanto dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan Pasar Imlek Semawis 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ingin Borobudur Marathon Setara Tokyo Marathon

MAGELANG – Borobudur Marathon akan kembali digelar Minggu (19/11) mendatang, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Sebanyak 10 ribu pelari akan mengikuti event tahunan...

5 Karya Dosen dapat Hak Paten

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Universitas Muhammadiyah Magelang semakin menunjukkan diri sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berkemajuan. UMMagelang berhasil meloloskan 41 proposal yang dikirim mahasiswa dalam PKM...

SS dan Ganjar Butuh Partai Berbasis NU

SEMARANG—Jika pemilihan gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah pada Juni 2018 mendatang terjadi head to head, maka siapapun calon atau partai pengusung yang berkoalisi dengan partai...

Pelayanan Nyenengke, Tak Ada Pungutan Liar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sehari sebelum cuti kampanye, Rabu (14/2) kemarin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memeroleh kado istimewa dari ASN di lingkungan Pemprov Jateng. Kado itu berupa...

RSUD Tanggung Pengobatan Asriyah

BATANG-Hingga kini polisi masih terus mencari pelaku penyiraman air keras ke tubuh Nur Asriyah, 22, warga Desa Dringo Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Karena menjadi...

Cari Ikan Dapat Mayat

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Dua nelayan yang sedang menjaring ikan di Pantai Laguna Lembupurwo, Mirit, Kebumen, Rabu (6/6), menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki. Supriyadi,...