33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Cegah Kekerasan, Tekankan Budi Pekerti

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pendidikan budi pekerti perlu lebih diterapkan di sekolah guna mencegah aksi kekerasan yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Peran keluarga juga dianggap penting untuk membentuk karakter anak.

Anggota MPR RI Agustina Wilujeng mendesak pemerintah melakukan upaya riil untuk mencegah tindak kekerasan terus berlanjut. Aksi kekerasan terbaru adalah penyerangan di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Jogjakarta, Minggu (11/2). Sebelumnya juga ada kasus pemukulan guru hingga meninggal oleh siswa di Sampang, Madura. “Hal ini menjadi keprihatinan kita bersama, namun prihatin saja tidak menyelesaikan masalah,” ujarnya usai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Wanita Semarang, Minggu (11/2) malam.

Menurutnya sekolah perlu menggiatkan pendidikan budi pekerti guna mencegah hal itu terulang. Selama ini, pendidikan budi pekerti hanya sedikit diberikan, itu pun sebatas teori. “Kalau hanya teori di awang-awang ya susah. Harus learning by doing. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga harus diterapkan,” ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Jateng itu.

Dikatakannya, empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi senjata ampuh untuk menghindarkan sikap intoleransi. Namun diakuinya, menanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu butuh proses. Tak bisa langsung dipetik hasilnya saat itu juga.

Metode untuk mengajarkan empat pilar kebangsaan juga perlu disesuaikan dengan era sekarang. Jika zaman dulu cukup dengan lisan, maka saat ini bisa melalui vlog atau  media sosial. Tujuannya lebih mudah diterima generasi muda.

Sosialisasi dilakukan bersama pengurus dan pimpinan sejumlah Ormas di Jateng. Diantaranya Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), dan Pemuda Demokrat.

Ketua Dewan Pembina Alumni GSNI, Soetjipto meminta sosialisasi empat pilar kebangsaan terus digencarkan. Utamanya pada generasi muda. “Jangan sampai, nilai-nilai yang menjadi perekat bangsa ini hilang,” katanya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Segera Buka Program Doktor Ilmu Hukum

SALATIGA - Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berhasil meraih akreditasi A. Status ini sesuai Surat Keterangan...

Saatnya Benahi Transportasi Umum

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD meminta agar pemerintah lebih fokus untuk revitalisasi moda angkutan umum. Sebab, semakin banyaknya kendaraan pribadi menjadi persoalan serius karena selain...

Satpol Diminta Tak Andalkan Okol

MAGELANG–Wali Kota Sigit Widyonindito meminta personel Satpol Pamong Praja untuk lebih lentur dalam menjalankan tugas. Sigit tidak ingin, personel penegak Perda mengandalkan otot dan...

Tepergok Mencuri Motor di Basecamp IPNU

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Seorang pria tepergok hendak mencuri motor di basecamp Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Desa Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo. Atas perbuatannya, BD,...

Semarang Automotive Club (SAC), Klub Otomotif Tertua di Kota Semarang

Membentuk komunitas, sebenarnya bukan hal yang mudah. Apalagi bisa tetap eksis dalam jangka waktu yang lama di dunia otomotif. Hal itu dirasakan, pimpinan komunitas...

Mensos Terharu Dengar Cerita Aryati

MAGELANG–Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa, memberikan dukungan moril kepada para korban musibah banjir bandang Dusun Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang yang saat...