33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Pemda Tangani Bencana Alam Dengan Quick Respons

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kecamatan Paninggaran, Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan merupakan daerah merah atau rawan bencana alam berupa longsor yang terjadi setiap musim penghujan. Namun kondisi ini tidak membuat warga yang ada di daerah tersebut khawatir.

Pasalnya dalam penanganan bencana yang ada di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menerapkan sistem quick response atau respon cepat dengan hadir di tempat. Tujuannya agar bisa mengambil tindakan yang cepat, memberikan solusi dan penanganan yang cepat, sesuai harapan para korban musibah bencana alam, baik longsor, banjir atau bencana lainnya.

Seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir. Longsor di wilayah perbatasan Desa Bodas dan Klesem, Kecamatan Kandangserang yang sempat mengisolir ratusan kepala keluarga di Desa Klesem, Sabtu (3/2) lalu, akhirnya bisa terbuka kembali. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, yang didampingi Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer MM dan beberapa kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, langsung mendatangi lokasi longsor untuk membantu hingga akses jalan Desa Bodas Klesem ini dapat dilalui. Akses jalan akhirnya kembali normal dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tindakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dengan menerapkan sistem quick response atau respons cepat yang hadir di tempat, didukung sepenuh oleh anggota TNI, Polri , PMI, Pramuka, Tagana, Banser, dan seluruh OPD terkait serta masyarakat sekitar. Mereka bergotong royong dan kerja bakti pada setiap bencana yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Dengan sistem quick response atau respons cepat yang kita terapkan dan kita hadir langsung pada saat kejadian bencana, maka bisa langsung memberikan solusi, mengkoordinir dan memberikan solusi penanganan yang tepat. Termasuk penanganan bencana longsor dan banjir yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu,” jelas Bupati Asip, Jumat (9/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Anggaran Rp 82 Miliar Dicoret

SALATIGA – Alotnya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Anggaran Penerimaan dan Pendapatan Daerah (APBD) perubahan 2017 Kota Salatiga antara Badan Anggaran Pemkot dan Tim...

Nekad Keluar Kerja dari Bank, Sempat Jualan Jilbab dan Es Teh

Kegemaran sang istri mengonsumsi Thai Tea atau Teh Thailand yang lagi populer di Kota Semarang, ternyata menjadi peluang bisnis bagi Taufik Hersanto. Seperti apa? ESTIKA...

Kecamatan Polokarto dan Mojolaban Diterjang Angin Ribut

RADARSEMARANG.COM, SUKOHARJO – Sejumlah desa di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto diterjang angin ribut pada Senin (28/10) sore. Angin ribut merobohkan sejumlah pohon dan rumah warga. Dilansir...

Skenario Baru Bagi Implementasi Asesmen Kinerja pada Pembelajaran

ASESMEN kineja direkomendasikan oleh para ahli sebagai penilaian otentik pada setiap pembelajaran Bahasa Jawa. Besaran dalam penilaian kemampuan tersebut belum dimanfaatkan oleh guru. Banyaknya...

Warga Australia Pelajari Budaya Indonesia

SALATIGA – Sebanyak 18 orang yang sebagian besar merupakan mahasiswa Australian National University (ANU) mengikuti Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) yang...

Raup Rezeki dari Penyanyi Freelance

RADARSEMARANG.COM - FAJAR Purwaningsih tak hanya memiliki paras cantik, namun juga memiliki suara merdu. Buktinya, ia sering menjuarai kontes dan lomba menyanyi. Alumni SMA...