Meningkatkan Imtak Melalui Matematika

spot_img

Dengan memaknai secara mendalam tentang bilangan, siswa diharapkan dapat mengerti berapa nilai kerugian korupsi yang ditimbulkan bagi dirinya dan masyarakat lainnya. Pada akhirnya para siswa diharapkan dapat lebih cepat memahami permasalahan masyarakat dan mengkritisi kejadian yang ada di sekitar mereka. Intinya, moral anak terhadap korupsi dapat dibangun sejak dini dan mereka akan bisa diharapkan sebagai generasi masa depan yang antikorupsi.

Adapun untuk sekolah menengah, matematikan bisa diajarkan dengan memahami logika matematika dan dasar keagamaan yang benar, akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah Swt. Sebagai contoh, misalnya bagi siswa sekolah menengah yang sedang mempelajari logika matematika pada pembahasan konjungsi dapat menggunakan hafalan surat-surat pendek misalnya Alquran surah Al-Ashr yang artinya, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Jika ditelaah ayat tersebut dengan menggunakan hukum logika matematika, bahwa konjungsi dari dua pernyataan akan bernilai logik benar jika nilai kebenaran dari kedua pernyataan tersebut benar. Dari ayat di atas pula, sesuai dengan hukum konjungsi, maka kita tidak akan berada dalam kerugian jika kita beriman dan beramal saleh. Jika hanya beriman saja tanpa beramal saleh, maka masih berada dalam kerugian. Atau sebaliknya jika beramal saleh saja tanpa beriman, kitapun tetap dalam kerugian, apalagi jika tidak melakukan kedua-duanya, maka jelaslah akan berada dalam kerugian yang besar.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Zat dengan Metode Example Non Example

Oleh karena itu, keimanan adalah keyakinan besar, sedangkan beramal saleh adalah tindakan nyata dalam keimanan itu. Iman berfungsi untuk memberikan pengaruh positif dalam menunaikan kewajiban yang berhubungan dengan harta benda, mengakui kesalahan dan bersedia menerima hukuman, menegakkan hukuman, memelihara amanah, perintah dan keadilan, perniagaan, hubungan keseharian serta dalam menolong dan mengutamakan kawan. Amal sholeh ditempatkan pada urutan kedua setelah kita beriman. Amal saleh adalah perbuatan yang dianggap baik oleh manusia sesuai dengan fitrahnya untuk membedakan yang baik dan yang buruk.  Oleh karena itu, sekaranglah saatnya bagi kita para pendidik matematika untuk membangun konstruksi berpikir matematika menuju konstruksi berpikir yang Qurani. (us/aro)

Guru MTs Negeri Pamotan Rembang

 

Author

Populer

Lainnya