Meningkatkan Imtak Melalui Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.COM – MATEMATIKA sebagai salah satu ilmu dasar baik aspek terapan maupun aspek penalarannya, mempunyai peranan yang penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini berarti bahwa sampai pada batas tertentu, matematika perlu dikuasai oleh segenap warga negara Indonesia, baik penerapannya maupun pola pikirnya.

Matematika sekolah yang merupakan bagian dari matematika yang dipilih atas dasar kepentingan pengembangan kemampuan dan kepribadian siswa serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu selalu dapat sejalan dengan tuntutan kepentingan siswa menghadapi tantangan kehidupan masa depan.

Khusus untuk Sekolah Dasar (SD), matematika misalnya pada pokok bahasan bilangan, operasi bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan penjumlahan), statistik, pengukuran dan lain-lain dapat digunakan untuk mengajarkan anti korupsi pada siswa. Dengan mengambil tema ”Bahaya Korupsi” atau ”Awas Korupsi” atau beberapa pokok bahasan lainnya dapat dibahas dengan berdasarkan tema tersebut.

Guru dapat memfasilitasi siswa mencapai kompetensi dasar yang sudah ditentukan. Sebelumnya guru harus memberi kesempatan pada siswa untruk mendiskusikan dan membuat suatu kesepakatan tentang definisi korupsi. Pada diskusi ini siswa berlatih mengkomunikasikan ide-idenya dan secara bersama-sama membuat kesepakatan tentang definisi tersebut. Dari kesepakatan tersebut, siswa akan dapat mengidentifikasi contoh dan bukan contoh dari suatu tindakan korupsi.

Baca juga:   Metode Tutor Sebaya Mudahkan Mencari Volume Bangun Ruang

Dengan berdiskusi sesama mereka. Misalnya ”Apakah teman yang tidak membayarkan uang sekolah ke guru adalah suatu tindak korupsi?”, ”Apakah jika kita jajan tidak membayar juga termasuk tindak korupsi?” dan contoh-contoh lain yang dekat dengan kehidupan mereka.

Dari pola pembelajaran di atas, pada saat ada berita di koran maupun televisi bahwa bahwa ada dugaan penyalahgunaan dana di Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Guru dapat merumuskan pertanyaan berapa besarkah nilai uang Rp 6,7 triliun tersebut. Anak dapat difasilitasi melakukan kegiatan investigasi sesuai dengan kehidupan mereka, misalnya dengan mengidentifikasi kebutuhan sekolah mereka (harga buku-buku pelajaran, alat olahraga, bangku sekolah, dan lain-lain). Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memahami bahwa uang sebesar Rp 6,7 triliun tadi dapat digunakan untuk berapa besar kebutuhan sekolah mereka.

Author

Populer

Lainnya