33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Gunakan Ban Standar Lebih Aman

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – MENGUBAH Tampilan mobil dibagian kaki-kaki dengan alasan mempercantik tampilan mobil sebenarnya sah-sah saja. Namun modifikator tetap harus mempertimbangkan segi keamanan dan kenyamanan kendaraan itu sendiri. Idealnya modifikasi velg dan ban masih diperkenakan dengan toleransi naik dua tingkat,

Owner Dunlop Shop Roda Jaya Semarang, Thomas Wayono mengatakan jika kenyamanan kendaraan dalam segala musim lebih direkomendaskan menggunakan ukuran velg atau ban bawaan pabrik. Pasalnya dari pabrikan, ukuran bawaan tersebut sudah mempertimbangkan berbagai segi mulai dari cengkaraman, keamanan, hingga kekuatan mesin. “Karena ban adalah element vital kendaraan, jadi untuk segi kenyamanan dan keamanan tentu lebih direkomendasikan menggunakan ban standart,” katanya.

Ia menjelaskan ban sebenarnya memiliki empat elemen vital, yakni untuk menahan beban mobil dan mautannya, untuk melaju dan berhenti, untuk menikung atau gaya setifugal serta untuk kelenturan serta keamanan dan kenyamanan berkendara. Untuk merawat ban sendiri sebenarnya tidak sulit, asalkan sesuai dengan tekanan normal yakni ban depan mereka berada di kisaran 30-32 psi. Sedangkan untuk ban belakang, tekanan yang menjadi acuan sekitar 36-40 psi. “Jika terlalu keras ataupun kurang tekanannya akan merusak tekstur ban itu sendiri,” ucapnya..

Selain itu agar ban tetap prima, sebaiknya sebisa mungkin hindari menghantam lubang saat anda tengah melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Namun jika memang kondisi jalan lalui kurang baik, jalankan mobil secara perlahan agar ban tidak menerima hantaman secara keras. “Selain itu jika tertusuk paku untuk ban tubeless, tidak boleh dicabut, karena akan membuat angin langsung habis dan tekanan beban pada ban menjadi terlalu berat. Ada baiknya langsung dicek di tukang tambal ban,”katanya.

Sementara untuk memilih jenis ban pada kendaraan menurutnya harus disesuaikan dengan jenis kendaraan. Apalagi setiap ban punya kembangan yang berbeda dan berfunsi untuk membelah air ketika hujan sehingga cengkaraman ban tetap kuat. “Tinggal mobil kita banyak dipakai di medan apa, krikil, lumpur atau aspal. Kalau hanya di aspal dan jalanan biasa ban regular sudah cukup untuk berkendara sehari-hari, kalau buat balap atau off road beda lagi jenisnya,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...