32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Gara-Gara Prostat, Jadi Kurang Maksimal

Tanya dr Andi:

RADARSEMARANG.COM – Akhir-akhir ini saya sering buang air kecil/ beser, hampir tiap jam saya sering pipis. Bersamaan dengan itu, ereksi saya juga kurang maksimal. Untung, istri orangnya sabar. Saya khawatir, ini gejala prostat. Bagaimana sebaiknya dok. Terima kasih untuk jawaban dari dokter.

Bpk J di Semarang

Jawab dr Andi:

Kelenjar prostat adalah sebuah kelenjar kecil yang hanya dimiliki kaum pria, terletak di antara penis dan kandung kemih dan mengelilingi uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis. Ukuran prostat seperti buah kenari, tetapi jika mengalami pembesaran bisa seperti buah jeruk. Fungsi utama kelenjar prostat adalah untuk memproduksi semen (air mani) yang berisi nutrisi sekaligus alat transpor bagi sperma keluar dari tubuh.

Pada prostat bisa terjadi : pembesaran prostat, infeksi pada kelenjar prostat (prostatitis), dan kanker prostat. Pembesaran prostat adalah salah satu kondisi umum yang dialami laki-laki seiring dengan bertambahnya usia mereka. Setidaknya gangguan prostat ini mempengaruhi sekitar 15 persen pria yang berusia 40 tahunan dan lebih banyak lagi pada pria 75 tahun ke atas yakni 50 persen mengalami gejala pembesaran prostat. Pembesaran kelenjar prostat sering juga disebut /BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia dan hipertrofi prostat. Pembesaran prostat dapat menyebabkan gangguan saat kencing. Jika tidak diobati, akan menghambat aliran urine dari kandung kemih dan pada akhirnya menimbulkan masalah pada kandung kemih, saluran urine dan ginjal.

Gejala pembesaran prostat: a) Lemahnya pancaran saat kencing. b) Aliran kencing terputus-putus. c) Tidak lampias saat berkemih. d) Inkontinensia (beser). e) Kencing tidak tuntas. f) Mengejan saat kencing. g) Infeksi saluran kemih. h) Rasa ingin kencing lagi sesudah kencing. i) Keluarnya sisa kencing selama beberapa detik pada akhir kencing. j) Sering kencing saat malam hari. k) Rasa sakit waktu berkemih.

Dokter akan memeriksa ukuran prostat dengan jari, pemeriksaan USG, atau kadar PSA dalam darah. Sering ada keluhan gangguan ereksi juga, yang ada hubungannya dengan hormon seksual yang kadarnya menurun. Pengobatannya bisa dengan obat minum atau operasi. Bila ada gejala seperti di atas, sebaiknya periksa ke dokter. (www.dokterAndi.com)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here