24.2 C
Semarang
Rabu, 14 April 2021

PDIP Tak Mempan Diadu Domba

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perang dingin menjelang Pilgub Jateng mulai terasa. PDI Perjuangan yang mendominasi wilayah Jateng coba diadu domba lewat isu-isu yang sengaja dihembuskan.

Petahana Ganjar Pranowo merasakan, adu domba tersebut tercium dari pemberitaan media akhir-akhir ini. Diantaranya muncul berita yang membenturkan dirinya dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Menkumham Yasonna Laoly yang juga kader partai banteng. Pembenturan tersebut dilakukan untuk membuat kader merasa partai tidak kompak. Dengan begitu maka mesin partai tidak akan bergerak selaras dan satu komando.

“Muncul berita seolah-olah saya menyeret-nyeret nama Mbak Puan waktu saya menjadi saksi sidang e-KTP, Pak Yasonna juga. Padahal saya tidak pernah menyebut nama-nama itu sama sekali. Mungkin besok saya dibenturkan dengan Sekjen, bahkan dengan Ketua Umum. Intinya satu, membuat seolah-olah PDIP tidak solid,” tegasnya, Jumat (9/2).

Indikasi berita-berita tersebut dihembuskan pihak tertentu sangat kuat. Salah satunya bisa dilihat dari judul dan isi berita yang hampir sama. “Bahkan kutipan langsung di berita-berita itu sama semua. Tidak mungkin dong media bikin berita sama kalau tidak ada yang mengarahkan,” jelasnya.

Namun Ganjar tidak ingin menukik pada kontroversi berita tersebut. Ia sangat yakin kader PDI Perjuangan solid sehingga adanya berita-berita yang memecah belah partai tersebut tidak mempengaruhi mesin pemenangan di Pilgub Jateng 2018. “Saya sudah komunikasi dengan pimpinan partai dan semua sepakat bahwa serangan mulai gencar. Kami tidak boleh lengah dan jangan mudah terombang ambing,” tegasnya.

Dia optimistis, partai tetap solid dan satu komando. Tidak bisa diadu domba dengan berbagai narasi apapun.

Ganjar menegaskan, dalam pertarungan pilkada, lawan politik akan menggunakan segala cara untuk membuat PDI Perjuangan lemah. “Caranya macam-macam, yang langsung ya kampanye hitam, atau cara memutar dengan memecah belah partai dari dalam atau memberitakan seolah-olah ada friksi di dalam sehingga membuat kader tidak percaya diri,” tegasnya. (amh/ric)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here