33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Tolak Kenaikan Retribusi Sirtu

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Kenaikan pajak pengambilan pasir dan batu (sirtu), memicu gelombang protes awak truk pengangkut bahan galian C. Ratusan awak truk pasir, Kamis (8/2) kemarin, turun ke jalan raya Magelang-Yogyakarta. Di kawasan Simpang Tiga Blondo, Kecamatan Mungkid, pengunjuk rasa menolak kenaikan penarikan pajak pengambilan sirtu.

Akibat aksi blokade tersebut, Polres Magelang terpaksa mengalihkan arus lalu lintas dari arah Yogyakarta menuju Magelang maupun sebaliknya.

“Yang dari arah Magelang ke Jogja dialihkan lewat simpang Japunan di Mertoyudan, belok lewat depan kantor Kemenag, Kabupaten Magelang, kemudian lewat simpang pasar Sraten hingga Kota Mungkid. Dari situ, ke arah simpang Palbapang kemudian ke arah Yogyakarta seperti biasa,” jelas Aipda Donny Sugiarto Donny, petugas Satlantas Polres Magelang kepada wartawan di sela mengatur arus lalu lintas.

Untuk kendaraan dari arah Yogyakarta yang akan menuju Magelang, dialihkan melalui simpang Palbapang ke arah Borobudur. Sampai di simpang tiga Sawitan Kota Mungkid, ke kiri arah Kalinegoro. Dari Kalinegoro bisa langsung menuju arah Magelang.

Pantauan di lapangan, ratusan truk pasir juga diparkir berjejer di sepanjang jalan depan kompleks Pemkab Magelang. Juru bicara aksi, Agus MS mengatakan, penolakan tidak hanya diikuti oleh sopir truk dari Magelang. Tapi dari beberapa daerah tetangga. Seperti Semarang, Kendal, Temanggung, dan lainnya.

“Kami menolak tanpa syarat SK Gubernur tentang kenaikan pajak baru pengambilan pasir dan batu,” kata Agus. Ia melanjutkan, pihaknya menuntut keadilan dan penjelasan antara objek pajak dan subjek pajak sektor pertambangan. “Kami juga menuntut transparansi penerimaan retribusi selama ini dengan menjelaskan nominal penerimaan retribusi dan pajak sektor pertambangan.” Agus menuding, regulasi tata pertambangan selama ini tidak berpihak pada rakyat namun justru pada pengusaha. “Sedangkan pajak-pajak dibebankan kepada para sopir truk,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin usai menemui perwakilan pendemo mengatakan, para pengemudi truk menyampaikan maksud dan tujuannya terkait surat edaran untuk kenaikan pajak sirtu di wilayah Kabupaten Magelang. “Mereka menyampaikan keberatan-keberatannya, karena akan berdampak sosial pada sopir karena tidak bisa membawa uang untuk keluarga jika SK Gubernur tersebut diberlakukan,” katanya.

Dengan melihat dampak-dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang menunda surat edaran yang mulai berlaku hari ini. “Pemberlakukan surat edaran tentang pajak baru sirtu ditunda hingga nanti ada keputusan dari Gubernur Jateng,” katanya. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Antusias Ikuti Deteksi Dini Kanker

MUNGKID – Ratusan warga Magelang antusias mengikuti deteksi dini kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara yang diselenggarakan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Muntilan (RSAM), Kabupaten...

Mayoritas Siswa Nyambi Bekerja di Jalanan

RADARSEMARANG.COM - Sekolah ini berdiri di lokasi yang tidak biasa. Yakni, di tengah kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota. Batu nisan dan pohon kamboja...

Pemprov akan Lunturkan Budaya ‘Ritual Seks’ di Gunung Kemukus

SRAGEN - Pemprov Jateng berupaya menghapus kesan 'esek-esek' di sekitar makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen. Kawasan tersebut dikemas menjadi wisata religi....

Lagi, Belasan Botol Miras Diamankan

WONOSOBO - Sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten wonosobo diperiksa personel dalmas Polres Wonosobo pada Minggu (21/5) malam. Dari operasi yang dipimpin oleh...

Kinerja Perbankan Syariah Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Industri perbankan syariah di Jawa Tengah sudah mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat baik dari pertumbuhan aset, pembiayaan, maupun dana pihak...

Koin untuk Hidupkan Seni

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Teater Kita menggelar reuni lintas generasi mulai angkatan tahun 1992 sampai 2018. Dalam kesempatan tersebut, turut dilaunching koin seni, yang diharapkan...