31 C
Semarang
Selasa, 1 Desember 2020

Replika Alat Liputan Wartawan Dijamas

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Warga Kampung Potrosaran, Potrobangsan bersama wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang, seniman, mahasiswa, hingga santri Ponpes Selamat menggelar jamasan alat tugas wartawan, Kamis (8/2). Tentu bukan peralatan elektronik asli yang dicuci air, tapi cukup replika alat pendukung peliputan seperti kamera dan mikropon.

Acara dimulai dari halaman rumah pemilik Padepokan Tidar ES Wibowo. Rombongan kemudian menyusuri Kali Kota hingga Menara Bengung. Di lokasi ini, prosesi jamasan dilakukan.

Budiyono, seorang budayawan yang juga dosen Untidar menyebutkan, di era digital seperti saat ini, hampir semua orang bisa menjadi wartawan. Sehingga, kerap menyebar berita-berita yang tidak bertanggungjawab di media sosial. Fenomena itu seakan menjadi tantangan bagi pers, untuk tetap bekerja penuh profesonialisme yang taat Kode Etik Jurnalistik (KEJ). “Pers juga kita harapkan berbudaya, karena pers menjadi peradaban dunia. Pers harus suarakan yang realita,” katanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito yang hadir dalam acara ini menyebutkan, peran pers sangat berarti dalam pembangunan. Program, kegiatan dan kebijakannya tersampaikan secara luas hingga diketahui publik berkat pers. “Kalau pemerintah ada kurang, berikan kritik tidak masalah. Alhamdulillah, kalau ada pemecahan masalah, sehingga tidak sekedar menyampaikan,” ujar Sigit. (put/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...