33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Penanganan Banjir Wajib Dipercepat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penanganan banjir dan rob masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah banjir dan rob yang melanda kawasan Semarang bagian timur mulai dari Gayamsari hingga Genuk dan sebagian Pedurungan. Untuk itu perlu ada penanganan yang cepat untuk mengatasi banjir.

“Penanganan banjir dan rob sudah masuk menjadi salah satu prioritas dari program walikota-wakil walikota, upaya ini harus dipercepat, salah satu kuncinya adalah koordinasi dengan Pemprov Jateng dan Kementrian PUPR,” ujar wakil ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono, ST. MT.

Selain Agung Budi Margono, ST MT, pakar hidrologi FT Undip Dr Nelwan dan Kabid SDA dan Drainase, Kumbino menjadi nara sumber dalam dialog. (Humas DPRD Kota Semarang)
Selain Agung Budi Margono, ST MT, pakar hidrologi FT Undip Dr Nelwan dan Kabid SDA dan Drainase, Kumbino menjadi nara sumber dalam dialog. (Humas DPRD Kota Semarang)

Saat ditemui usai dialog interaktif di studio Kompas TV, Agung Budi Margono menegaskan Semarang sudah memiliki perda No 7 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Penanganan Drainase. Dalam perda tersebut sudah jelas apa yang harus dilaksanakan, sumber pembiayaan hingga estimasi biayanya.

“Tinggal kita laksanakan saja perda tersebut, makanya kita butuhkan koordinasi dengan pemprov Jaeng dan Kementrian PUPR,” ujar Agung Budi Margono. Politisi asal PKS ini menandaskan penanganan drainase yang dilakukan saat ini kurang maksimal. Dia mencontohkan penanganan Kali Tenggang yang asmih terkendala pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan sampai sekarang belum selesai juga, ke depan kami berharap pemkot bisa lebih cepat lagi dalam mengatasi masalah banjir,” katanya. Terkait dengan kondisi Jalan Kaligawe Raya yang masih saja kebanjiran jika hujan deras, menurut Agung BM, tidak lepas dari tingginya rob.

Beberapa waktu lalu ada beberapa sungai yang dibendung untuk menanggulangi rob. Namun hal ini tidak diimbangi dengan pompa yang memadai baik dari kapasitas maupun jumlahnya, sehingga ketika ada hujan deras, air tidak bisa dibuang ke laut dengan cepat. “Ini harus segera diselesaikan, kalau perlu tambah mesin pompa,” tegasnya.

Terkait dengan wacana peninggian Jalan Kaligawe Raya, Agung Budi Margono menyatakan hal itu perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam. Pasalnya, peninggian jalan memiliki sejumlah konsekuensi mulai dari anggaran biaya, dampak yang ditimbulkan hinga persoalan waktu pekerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Besi Pembatas Tol Menembus Hingga Kaca Belakang

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Diduga mengantuk, sebuah mobil Ayla bernopol A 1766 FR yang dikemudikan Hadi Kuncoro, 48, warga Perum Bumi Ciruas, Kota Serang, menabrak...

Parah, Kebocoran PAD Parkir, Omzet Rp 500 Ribu, Cuma Setor Retribusi Rp 20 Ribu

SEMARANG - Semrawutnya pengelolaan parkir di Kota Semarang selama ini tak terlepas dari ”cengkeraman” mafia swasta yang menguasai lahan parkir sejak dulu. Bahkan Pemkot...

51 Anak Dikhitan Gratis

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang kembali menggelar khitanan masal bagi warga Batang timur yang mencakup 7 kecamatan. Yakni Kecamatan Limpung, Banyuputih, Reban, Tersono, Tulis,...

4 Pegawai Tak Ikut Tes Urine Tanpa Keterangan

SEMARANG – Sebanyak 144 orang pegawai maupun karyawan di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Semarang mulai unsur hakim ad hock, tindak pidana korupsi, hubungan industri,...

NU Haramkan Monopoli Frekuensi Publik

SEMARANG - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengharamkan kepemilikan lebih terhadap frekuensi publik. Pasalnya, monopoli frekuensi publik kerap disalahgunakan...

Parpol Wajib Isi Data Sipol

UNGARAN – Menjelang pelaksanaan Pemilu serentak mendatang, seluruh partai politik (Parpol) wajib untuk mengisi data di sistem informasi parpol (Sipol). Hal itu dikatakan oleh...