33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Masa Depan Media Sulit Diprediksi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PADANG – Perubahan platform media dari konvensional ke digitalisasi dinilai terlalu cepat. Akibatnya, saat ini sulit untuk memprediksi atau menperkirakan masa depan nasib media massa. Demikian disampaikan Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan saat menjadi narasumber konvensi media di Hotel Grand Inn, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (8/2).

Menurutnya, semua orang tidak tahu masa depan media. “Sekarang ini semua orang tidak tahu, baik yang pintar dan tidak pintar sama-sama tidak tahu (masa depan media),”kata Dahlan.

Dia menambahkan, jika sebelumnya masa depan media dapat diproyeksikan dengan program-program tertentu, saat ini tidak bisa lagi seperti itu. “Perubahan terlalu cepat. Sekarang tidak bisa terlalu banyak mendengarkan nasehat, perencanaan jangka pendek maupun panjang karena semua sulit diprediksi. Perubahan terlalu cepat,” tandasnya.

Saat ini, kata Dahlan, banyak wartawan juga membuat media online sendiri sehingga masing masing punya media sekaligus pemilik dan menjadi wartawan. “Ini karena gaji di media tempatnya bekerja sedikit sehingga membuat online sendiri. Kondisi seperti ini sudah kita bahas di SPS,”ujarnya.

Menurutnya, persaingan media ini akan sangat bebas. “Ini terjadi lantaran sekarang kondisi media sedang memasuki era kekacauan,” imbuhnya.

Pengusaha media Anindya Bakrie juga menyampaikan, bahwa bisnis media pascarevolusi media digital membuat kondisi media mengalami deflasi atau penurunan tajam dari eksistensinya. “Ini akan terus berlanjut. Akibat faktor globalisasi dan perkembangan teknologi,” tuturnya. (hib/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Santri Miskin Belum dapat BPJS

WONOSOBO – Kebijakan Pemerintah Tentang Jaringan Kesehatan Nasional (JKN) pelayanan, belum tersebar secara merata. Di antaranya, belum menjangkau santri. Di Wonosobo, misalnya, banyak santri...

4 Ribu Rumah Belum Dilayani Air Bersih

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Magelang bersinergi dalam menyukseskan target pemenuhan 100 persen kebutuhan air bersih bagi warga Kota Sejuta...

Optimalkan Germas,Penyuluh Kesehatan Harus Rajin Turun Lapangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Edukasi masyarakat tentang tentang pentingnya berperilaku hidup sehat,harus secara terus menerus dikampanyekan mulai sejak usia dini hingga masyarakat lanjut usia. Mantan Wakil...

Uang NKRI Harga Diri Bangsa

PEKALONGAN - Di balik kemunculan berbagai polemik dan isu negatif terkait beredarnya pecahan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang baru, semua sepakat bahwa...

Libatkan Lansia Dalam Pembangunan

UNGARAN - Meningkatnya angka usia harapan hidup warga Kabupaten Semarang membawa dampak bertambahnya jumlah lanjut usia (lansia) dan pra lansia. Hal itu dikatakan oleh...

Pecandu Pil Koplo Dibekuk Polisi

TEMANGGUNG–Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Polres Temanggung meringkus seorang pecandu pil psikotropika jenis riklona. Pelaku bernama Arnandho Bagus Setiawan, 29, warga Kampung Padangan, Temanggung. Ia...