31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Arsip Kongkoan Jadi Sumber Riwajat Semarang

Liem Thian Joe, Wartawan Pencatat Sejarah Semarang

RADARSEMARANG.COM – Setiap penelitian sejarah Kota Semarang, buku Riwajat Semarang : Dari Djamannja Sam Poo Sampe Terhapusnja Kong Koan tak bisa dilepaskan dari salah satu sumber data. Buku ini lahir dari tangan seorang wartawan, Liem Thian Joe.

Charles A Coppel dalam buku Konglomerat Oei Tiong Ham suntingan Yoshihara Kunio menuliskan, Liem Thian Joe lahir di Parakan Kabupaten Temanggung. Tanggal kelahirannya tak diketahui pasti. Bahkan tahun kelahiran ditulis 1895 atau 1897.

Liem Thian Joe (ISTIMEWA)
Liem Thian Joe (ISTIMEWA)

Mulanya Liem Thian Joe mendapat pendidikan di sekolah-sekolah Melayu dan Jawa sebelum pindah ke sekolah Tionghoa Hokkian selama 10 tahun. Pendidikan Liem Thian Joe berlanjut ke sekolah Tiong Hwa Hak Tong di Ngadirejo Temanggung.

Setelah lulus, ia sempat menjadi pedagang di Ngadirejo. Tapi bakat menulis, akhirnya mengantarkan Liem Thian Joe ke dunia jurnalistik. Pada 1920-an, ia bergabung ke harian peranakan Tionghoa Warna Warta di Semarang. Liem Thian Joe pada saat itu disebutkan juga menulis untuk harian Perniagaan yang terbit di Batavia atau sekarang menjadi Jakarta.

Pada awal 1930-an, Liem Thian Joe keluar dari Warna Warta dan menjadi penyunting di harian Djawa Tengah dan majalah bulanannya Djawa Tengah Review, masih di Semarang. Kemudian, ia juga sempat menjadi kontributor edisi minggu koran Sin Po di Jakarta.

Selama bekerja di Djawa Tengah Review, karya fenomenal Liem Thian Joe muncul. Secara rutin ia menulis sejarah Semarang dari edisi Maret 1931 sampai Juli 1933. Liem Thian Joe sungguh beruntung karena masih sempat mengakses dokumen-dokumen berbahasa Tiongkok yang tersimpan di kantor Kongkoan sebelum dirampas polisi Kolonial Hindia Belanda.

Liem Thian Joe mencatat berbagai peristiwa penting yang terjadi di Semarang. Misalnya pembangunan rel kereta api pertama di Indonesia, berdirinya berbagai kelenteng di Pecinan, lahirnya Kongkoan, hotel Tionghoa pertama, kedatangan Raja Siam (Thailand) ke Semarang, surat kabar pertama di Semarang. Ia juga mencatat momen-momen pergerakan nasional seperti pemogokan buruh serta rapat-rapat umum menggalang perlawanan terhadap kolonial. Asal mula nama-nama kampung di Semarang tak lupa dari catatannya.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here