Sarwa Pramana (Afiati Tsalatsati/Jawa Pos Radar Semarang)
Sarwa Pramana (Afiati Tsalatsati/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Curah hujan yang tinggi beberapa waktu ini menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsordi sejumlah wilayah di Jateng. Ribuan warga yang tinggal di Kabupaten Wonogiri, Purworejo, Cilacap dan Banjarnegara harus segera direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana menyebutkan, relokasi ribuan warga harus segera dilakukan karena lokasi yang ditinggali terjadi pergerakan tanah. Menurutnya, dengan intensitas hujan lebat yang terus menerus akan menyebabkan potensi longsor semakin besar.

“Tanda-tandanya sudah terlihat. Sudah dilakukan survei oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga dan direkomendasikan relokasi untuk antisipasi jatuhnya banyak korban jika terjadi longsor,” ungkapnya, Rabu (7/2).

Disebutkan, sebenarnya tanda-tanda pergerakan tanah di keempat wilayah itu sudah lama terdeteksi. Namun, dari warga setempat tidak ada penanganan secara nyata untuk mengantisipasi. Misalnya dengan menutup retakan tanah menggunakan tanah liat.

Sarwa mengatakan penutupan retakan dengan tanah liat bisa langsung dilakukan, karena hal itu dapat meminimalisir terjadinya pergerakan tanah.

“Dari kami (Pemprov Jateng) siap memberikan dana untuk relokasi bencana. Tapi, lahan untuk relokasinya harus sudah disiapkan lebih dulu oleh pemerintah setempat. Begitu ada lahannya, kami langsung berikan dana sekitar Rp 1 miliar,” bebernya. (tsa/zal)