33 C
Semarang
Jumat, 17 Juli 2020

Pemindahan Empat Sekolah Belum Jelas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pembangunan tol Semarang-Batang di wilayah Kendal menerjang empat sekolah. Hingga kini belum ada kejelasan untuk lahan pengganti maupun pembangunan gedung baru sekolah. Akibatnya, empat sekolah itu sudah hampir tiga bulan ini menempati gedung relokasi di Gedung Madrasah Diniyah di desanya masing-masing.

Empat sekolah tersebut yakni, SD Sumberagung 1 dan SD Sumberagung 2 Kecamatan Weleri, SD Sumbersari, Kecamatan Ngampel,  SD Protomulto Kecamatan Kaliwungu Selatan dan SMP 2 Pegandon, Kecamatan Pegandon.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Joko Supratikno, mengatakan untuk penentuan lokasi maupun  pembangunan gedung sekolah pengganti masih menunggu kesepakatan (MoU).  Yakni kesepakatan antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Desa setempat.

“Sebab sekolah maupun tanah itu merupakan aset desa. Jadi kesepakatannya antara desa dengan BUJT, bukan dengan Disdikbud. Baru setelah ada kesepakatan akan kami mintakan persetujuan atau mengetahui Kepala Daerah yakni Bupati Kendal,” katanya, kemarin (7/2).

Tapi sejauh ini, kesepakatan antara BUJT dengan Desa belum dilaksanakan. Sehingga pihak Disdikbud belum bisa menentukan lokasi dimana empat sekolah itu akan dibangun nantinya. “Kami hanya fasilitator saja antara BUJT dengan Desa dan sekolah,” tandasnya.

Meski sekarang di relokasi, namun menurutnya hal itu tidak menganggu jam belajar mengajar siswa. Pembelajaran tetap berjalan tidak gangguan. Siswa bisa belajar sesuai kurikulum. “Kalau gangguan kenyamanan dalam belajar itu wajar, karena belajar bukan disekolah tapi di tempat relokasi sementara,” tandasnya.

Salah satu sekolah terdampak tol, SMP 2 Pegandon di Desa Rejosari. Bangunan sekolahnya bersebelahan persis dengan proyek tol Semarang-Batang. Tiga ruang kelas yang berada di sebelah selatan sekolah itu sudah rata dengan tanah.

Kepala SMP 2 Pegandon, Darmono  mengatakan beberapa waktu lalu dirinya mengikuti rapat antara pihak pengembang proyek dengan pihak dari pemkab mengenai nasib sekolah yang dipimpinnya. “Hasil rapatnya nanti sekolah kami akan direlokasi ke tempat baru. Lokasinya tidak jauh dari lokasi yang saat ini,” ucapnya,

Sepengetahuannya pembangunan gedung sekolah di lokasi barunya itu dimulai pada bulan Maret. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan nasib tanah yang menjadi lokasi barunya itu. “Karena 3 kelas digusur maka para siswa kami gabungkan ke kelas yang lain. Jadi yang dulu jumlah siswanya hanya 32, sekarang menjadi 40,” katanya

Ia berharap jika benar akan direlokasi maka aset yang dimiliki sekolahnya  tetap sama di lokasi yang baru. “Kalau sudah demi kepentingan nasional, mau tidak mau kami harus mengalah,asalkan jika berada di lokasi baru maka kami mendapatkan apa yang kami miliki sebelumnya,” ucapnya.

Humas PT Waskita Karya Proyek tol Semarang – Batang Seksi IV dan V, Agus Khozin menuturan pihaknya pasti akan menyediakan lokasi baru untuk sekolah yang terkena dampak pembangunan proyek tol itu.  “Tidak mungkin kami ambrukan sekolahnya tapi tidak kami bangun. Pasti kami akan bangun sekolah baru,” pungkasnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dinkes Bagi Kloset Gratis

BATANG - Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Puskesmas Limpung membagikan 15 unit kloset gratis kepada masyarakat yang belum mempunyai sanitasi. Pembagian dilaksanakan di Desa Sempu, Kecamatan Limpung,  Jumat...

Aset Pemprov Harus Dipercantik

SEMARANG – DPRD mendesak Badan Penghubung Pemprov Jateng berupaya keras memperkenalkan aset Pemprov yang berada di Jakarta kepada masyarakat luas. Langkah tersebut sebagai upaya...

Dana Pembebasan Lahan Segera Turun

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Proyek pembangunan tanggul sepanjang 8,3 kilometer, saat ini sudah dimulai. Pembangunan tanggul yang menelan biaya sebesar Rp 517 miliar, itu akan...

Cerdas dalam Bidang Seni

RADARSEMARANG.COM - SERINGKALI orang tua selalu mendorong anak agar dapat mencapai nilai akademik tertinggi. Anak baru dirasa ‘pintar’ bila pelajaran matematikanya mendapat nilai A...

Harga Daging Mulai Naik

TEMANGGUNG- Harga daging sapi dan daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Temanggung, menjelang Lebaran 2017, mulai mengalami peningkatan. Rofik, salah seorang pedagang ayam di...

Muhammadiyah Tolak Intoleransi

MAGELANG - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan organisasi otonom Kemuhammadiyahan melakukan taaruf ke Mapolres Magelang Kota, Selasa (24/1)...