33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Kepala Bulog Bantah Tudingan Juru Timbang

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari membantah semua tudingan juru timbang Bulog Randugarut, Semarang yang didudukan sebagai terdakwa perkara dugaan korupsi, Nurul Huda.

Djoni menegaskan, tidak ada operasi pasar fiktif seperti yang diungkapkan Nurul. Pihaknya juga mmempersilahkan Nurul membeberkan semua dugaan tersebut dalam pembelaannya. Ia menyatakan, dalam fakta persidangan hingga saat ini belum ada bukti selain Nurul Huda yang terlibat.

“Tidak ada OP (operasi pasar) palsu, tidak ada itu. Modusnya sudah jelas, mencuri,” kata Djoni saat dikonfirmasi, Selasa (6/2).

Djoni juga membantah tudingan permainan antara kepala gudang bulog dan mitra untuk meraup keuntungan lebih.

“Tidak ada fakta yang membuktikan adanya OP palsu, selama proses persidangan ini perbuatan Nurul yang maling di gudang,” tandasnya.

Menurut Djoni, ada pakta integritas antara bulog dan mitra. Dalam perjanjian itu, mitra bertanggung jawab menyalurkan beras ke OP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan.

“Mitra nakal langsung kami coret. Mitra bertanggung jawab menyalurkan beras OP. Itu tanpa sepengetahuan sub divre,” ujarnya.

Usai dituntut Senin kemarin, Nurul Huda beberkan bahwa dirinya hanya pegawai rendahan yang bekerja sesuai instruksi atasan. Ia menyatakan yang membuat kerugian negara dan hilangnya beras sebanyak 600 ton di Gudang Bulog Randugarut akibat permainan rekapitulasi penerimaan dan pemasukan barang (GD) fiktif oleh kepala gudang. Dikatakannya, permainan GD fiktif ini berjalan sejak tahun 2014 hingga 2017.

“Jadi contoh, ada beras masuk. Dicatat 100 ton di administrasi tapi fisiknya yang masuk cuma 50 ton. Yang jelas saya berperan cuma ikuti perintah atasan,” kata Nurul Huda usai sidang.

Ia juga membeberkan, untuk menutupi kekurangan beras tersebut pihaknya diperintah atasan membuat ronggga di tengah tumpukan beras.

“Memang saya yang buat rongganya, tapi itu perintah atasan. Jaman Pak Hos dan Pak Budiawan,” tandasnya.

Nurul juga menyebut GD fiktif ini tak bisa dipisahkan permainan antara kepala gudang dan mitra Bulog. Menurutnya, untuk mengakalinya, kepala gudang dan mitra membuat Operasi Pasar (OP) fiktif. OP fiktif ini, lanjut Nurul, juga kerap dilakukan oleh mitra agar beras yang sudah dibeli dari Bulog bisa dijual ke luar pulau dengan harga yang lebih mahal. Nurul juga mengaku praktik seperti ini lumrah dilakukan di Perum Bulog se-Indonesia.

“Saya juga meminta kepada kejaksaan agar menyelidiki keterlibatan atasan saya. Sekelas juru timbang bisa mencuri beras sebanyak itu tanpa ketahuan bagaimana caranya? Justru saya membuat rongga itu karena perintah atasan,” tandasnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...