33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Impor Bahan Baku Masih Tinggi

Must Read

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Impor Jateng sepanjang tahun lalu mengalami peningkatan hingga 7,83 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menjadi catatan untuk perbaikan pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Margo Yuwono mengatakan, dari sisi pengeluaran Jateng secara keseluruhan cukup baik. Hanya saja terdapat catatan kurang bagus pada impor yang pertumbuhannya cukup tinggi. Terutama impor bahan baku dan barang-barang konsumsi.

“Untuk mengurangi impor bahan baku ini, perlu segera dicari alternatif substitusi. Dengan demikian akan lebih menggeliatkan perekonomian,” ujarnya.

Begitu juga dengan impor barang-barang konsumsi yang masih dalam taraf cukup tinggi. Terkait hal ini diharapkan masyarakat pun memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk mengonsumsi produk-produk lokal.

“Memang, impor tidak selamanya negatif. Impor barang modal, barang investasi, untuk tambah kapasitas produksi itu juga bagus. Hanya saja, kalau pertumbuhan impor meningkat cukup tinggi, maka yang harus jadi perhatian adalah impor bahan baku dan barang konsumsi,” ujarnya.

Selebihnya, lanjut Margo, untuk pengeluaran Jateng sepanjang tahun lalu dinilai cukup baik. Mulai dari konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh dibanding tahun sebelumnya, yang artinya daya beli masyarakat masih terjaga. Begitu juga dari segi investasi.

Sedangkan dari sisi suplai, industri di Jateng dinilai tergolong tumbuh cukup baik. Terlihat dari pertumbuhan ekspor, yang artinya produk-produk industri Jateng cukup banyak beredar di luar negeri. “Hanya saja di pertanian tumbuh lebih lambat. Banyaknya variabel yang mempengaruhi menjadikan sektor ini sulit dikontrol,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

LP3ES

Sudah lebih enam tahun saya puasa bicara BUMN di depan umum. Senin kemarin pecah telur. Minggu lalu saya memang dalam kebimbangan besar. Mau atau tidak....

More Articles Like This