33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Sudirman Bertekad Dirikan Akademi Perangkat Desa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mendeklarasikan diri sebagai gubernurnya orang miskin dan orang desa, Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said bertekad mendirikan Akademi Perangkat Desa.

Pasangan Ida Fauziyah di Pilgub Jateng 2018 ini mengatakan, pola pembangunan harus dilakukan dari desa. Bukan sekadar infrastruktur, namun pembangunan sumber daya manusia juga perlu mendapat perhatian lebih.

“Saya menginginkan berdirinya Akademi Perangkat Desa. Ini bukan karena ingin menggaet panjenengan, namun ini karena menjadi kegelisahan saya,” kata Pak Dirman dalam acara Musyawarah Daerah Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jateng,  Sabtu (3/2) malam di Bandungan, Kabupaten Semarang.

Pak Dirman menyebutkan, untuk jadi kepala kepolisian harus sekolah, kepala TNI harus sekolah. Nah, perangkat desa ini harus ada sekolahnya juga. Setelah terpilih, perangkat desa masuk ke akademi. “Agar bisa mengelola desa, keuangan desa, dan lainnya dengan baik,” sambung Pak Dirman di hadapan  pengurus dan anggota PPDI dari 29 kabupaten di Jateng.

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, selama ini banyak perangkat desa yang kebingungan dalam mengelola dana desa, baik ketika operasional maupun pelaporan. Karena itu, perlu ada pendampingan agar kepala desa tidak terkena kasus hukum karena ketidaktahuannya dalam pengelolaan dana desa.

Untuk itu, dana bantuan desa akan ditingkatkan, sehingga jumlahnya bisa mendekati atau sama dengan dana bantuan desa di provinsi tetangga, Jawa Barat dan Jawa Timur. Di Jabar, Pemerintah Provinsi mengalokasikan dana bantuan desa dari APBD sebesar Rp 120 juta. Jawa Timur Rp 100 juta. Sementara di Jateng sekitat Rp 30 juta per tahun.

“Maka harus ada pendampingan. Didampingi secara hukum maupun manajerial keuangan. Mari kita bangun Jawa Tengah bersama,” katanya.

Plt Ketua PPDI Jateng, Teguh Wardoyo, mengatakan, di Jawa Tengah terdapat 29 kabupaten dengan  7.809 desa.  Perangkat desa ada 80.682 se-Jateng.  “Namun perangkat desa, tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah. Dari Permendagri, Pergub sampai Perbup tidak pernah berpihak pada perangkat desa,” keluhnya.

Padahal, katanya, perangkat desa melaksanakan tugas semua kementerian. Selain itu juga merangkap sebagai tokoh masyarakat. Perangkat desa dalam bentuk apapun memiliki peran yang sangat strategis. (har/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Praktik Judi Togel Masih Marak

UNGARAN – Praktik perjudian togel masih dilakukan secara masif di Kabupaten Semarang. Terbukti setelah pihak Polres Semarang mengamankan salah satu pengecer judi togel Singapura,...

Terminal Demak Akhirnya Dibangun

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Terminal Demak  kondisinya memprihatinkan. Terminal tipe A ini sudah mangkrak bertahun-tahun tak kunjung dibangun pemerintah. Bahkan, banyak rerumputan dan ilalang yang menutup...

Polres Sita Ratusan Botol Miras

SALATIGA – Tim Sabhara Polres Salatiga berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras) dari berbagai jenis dan merek di kompleks Pasar Rejosari, Salatiga, Kamis...

19 M Untuk Rehab 1.708 RTLH

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan telah mengalokasikan Rp 19 miliar untuk rehabilitasi 1.708 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pekalongan. Masing-masing unit rumah...

Proyek Pemkab Terancam Molor

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Target pelaksanaan proyek di pemerintahan untuk dapat dikerjakan Maret, sepertinya akan molor. Pasalnya, hingga pertengahan Januari ini, belum ada satupun pekerjaan yang...

Atasi Rob, Gandeng Akademisi Belanda

KAJEN – Meski dalam keadaan berduka, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi tetap menyempatkan diri untuk melakukan tugas kedinasan di rumah duka, di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni...